Home » Kolom SMILOKUI » WASPADAI JON LEBAY PLASTIK!

WASPADAI JON LEBAY PLASTIK!

BERAS itu berasal dari gabah setelah diselip lewat mesin selip (kalau mau nginggris ya rice mill, rice huller, atau rice husker. Gabah berasal dari padi yang ditanam di sawah, biasanya oleh Pak Petani.
Jadi, bila ada beras plastik, itu berarti gabahnya terbuat dari plastik yang diselip di mesin selip plastik, ditanam di sawah plastik oleh petani plastik. Ketika sudah jadi nasi, nasinya pun nasi plastik dan dimakan oleh orang plastik. Dengan begitu, di dunia ini banyak juga orang plastik. Hanya mereka yang makanan pokoknya roti (dari gandum) terbebas dari sebutan manusia plastik.
Itu komentar Jon Lebay ketika mendengar soal beras plastik.
Jon membaca di situs vemale.com bahwa di China, eh maaf, di Tiongkok, ada yang jual daging domba yang sebenarnya adalah daging tikus, rubah, dan cerpelai yang dicampur zat kimia tertentu sehingga konon mirip dengan daging domba. Terhadap yang ini, Jon hanya bilang, ”Ah, itu mah bukan berita baru atuh, Kang! Mi ayam yang ayamnya bukan unggas juga sering terdengar beritanya di sini. Kutebak, orang yang makan daging domba itu pasti pencinta daging domba sejati. Kenapa? Dengarkan sabda penyanyi Gombloh, ‘Bila cinta melekat, tahi (maaf) kucing pun rasa cokelat!’ Hahaha….”
”Masih ada lagi loh, Jon. Tahu palsu, roti dari kardus, mi dari tepung beras basi dan berjamur…. Sebenarnya, semua itu benar atau hoax semata sih, Jon?”
”Lah mbuh! Karena itu, setiap mau beli beras, daging domba atau sapi, tahu, roti, mi, atau apa pun yang sudah diberitakan ada yang palsu, tanyakan pada penjualnya. Minta sertifikat halal-haramnya, asli atau KW. Gitu aja kok repot!”
”Para pedagang itu pasti dengan mantap mengatakan keaslian semua barang dagangannya, dengan memberi tambahan kualitas nomor wahid segala. Itu Pasti. Namanya juga pedagang, Jon.”
”Kalau begitu, tak usahlah kau makan itu makanan.”
”Nasi yang dari beras kan makanan pokok kita. Matilah awak kalau tak makan itu makanan, Bro.”
”Makan ketela pohon saja. Kau bakal diganjar penghargaan oleh Pak Menteri Yuddy Chrisnandi. Beliau yang terhormat itu akan menepuk-nepuk bahumu dan bilang, ‘Inilah contoh orang teladan yang benar-benar kreatif dalam hal diversifikasi bahan pangan. Indonesia akan maju bila banyak orang-orang begini.’ Mungkin setelah itu, kau akan diundang pesta makan roti sumbu eh ketela pohon rebus di rumah beliau. Kalau tak berkesempatan jadi menteri, setidak-tidaknya kau pernah makan ketela pohon di rumah seorang menteri. Kau boleh berfoto dengan beliau, unggah di Facebook dan beri catatan: Pak Menteri ini kawan main saya di sawah. Kami bangga jadi anak petani.”
Tak menggubris imajinasi lebay dari Jon Lebay itu, saya bertanya, ”Kalau ketela pohon juga terbuat dari plastik?”
”Ya ndak apa-apa. Kau cukup jadi manusia plastik. Di dunia plastik ini, tak akan ada persoalan yang membuat pusing kepala. Maklum kepala dan isinya terbuat dari plastik. Orang plastik terbebas dari segala kemarahan. Kita tidak perlu marah pada para koruptor. Mereka kan cuma koruptor plastik; uang yang dikorupsi juga cuma uang plastik. Dan bagaimana kita mau marah bila hati kita juga terbuat dari plastik?”
”Sebentar, Jon, kita juga pernah punya uang plastik pecahan Rp 100 ribu, loh.”
”Oh ya?”
”Iya, tapi itu dulu, dan ditarik tak lama setelah beredar lantaran gampang dipalsukan.”
What??? Yang dari plastik pun bisa dipalsukan? Hahaha…. Tapi ndak apa-apa, di dunia-duniaan alias dunia abal-abal, kalau tidak abal-abal alias palsu, itu yang malah harus dicurigai dan melanggar hukum dunia-duniaan. Kalau semua orang adalah orang plastik dan kau sendiri yang tak terbuat dari plastik, kau harus menyingkir kalau tak ingin dianggap orang palsu.”
Mbuh ah, Jon. Pusing aku!”
”Kau pusing betulan atau pura-pura pusing agar dianggap masih memiliki otak dari bahan asli yang diberikan Tuhan?”
Alih-alih mereaksi pertanyaan retoris Jon, saya memandangi dirinya beberapa detik. Tak cukup dengan itu, saya raba-raba tangannya, pipinya, hidungnya, keningnya, telinganya. Dia jadi jengah.
”Heh! Heh, kau jadi maho sekarang?” teriaknya.
”Maho?”
”Aku laki-laki, kau laki-laki. Gerakan raba-rabamu itu loh.”
”Halah! Aku hanya agak meragukan, yang sedang ngobrol denganku ini Jon Lebay asli atau Jon Lebay dari plastik.”
”Asli, asli! Tapi kalau aku Jon Lebay plastik, maka kau juga manusia plastik, dan pembaca tulisan ini juga pembaca plastik….”
”Kalau semua manusia di dunia ini adalah manusia plastik, bisnis yang paling dirugikan adalah para ahli operasi plastik.”
”Ya mereka tinggal ganti jasa saja. Mereka bisa bikin operasi daging yang mengubah manusia plastik menjadi manusia daging.”
”Kalau dagingnya juga mengandung plastik?”
”Sudah, ah. Mbulet! Bikin pusing pembaca, Bro.”
Alhamdulillah, bila pembaca tulisan ini masih merasakan pusing, itu artinya otak pembaca tidak dibuat dari plastik. Kalau pembaca atau siapa pun masih cemas terhadap banyak makanan atau barang yang palsu, entah itu mengandung zat plastik, formalin, boraks… Puji Tuhan, mereka masih punya hati tidak terbuat dari plastik.” (*)

Suara Merdeka, Kolom Smilokui, 24 Mei 2015


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: