Home » Kolom SMILOKUI » WARGA NEGARA GANDA

WARGA NEGARA GANDA

BANYAK orang dengan beragam motif ingin pergi ke Amerika Serikat (AS) dan
kalau bisa menjadi warga negara tersebut. Ibrahim Jarrah juga mengimpikan
itu. Sejak remaja, dia telah berpindah tempat tinggal selama beberapa kali
sejak pergi dari Lebanon akibat Perang Sipil. Setelah tinggal beberapa waktu
di Aleppo, Suriah, dia pergi ke Kuwait untuk mencari penghidupan yang lebih
bagus.
Impian Ibrahim untuk bisa pergi ke AS sejak usianya 12 tahun tak pernah
pupus. Lalu setelah 12 kali berusaha memenangkan International Green Card
Lottery yang ditawarkan pemerintah AS, dia memperolehnya. Pemenang
memang berkesempatan mengajukan diri sebagai warga negara AS.
Ibrahim tiba di AS pada 10 September 2001. Impiannya menjadi warga negera
AS seolah-olah segera menjadi kenyataan. Tapi sehari setelah kedatangannya,
Menara Kembar di WTC luluh lantak diterjang dua pesawat. Dia ditangkap
dengan tuduhan sebagai bagian dari teroris. Dia memiliki nama belakang yang
sama dengan salah seorang pelaku teror bernama Ziad Jarrah. Enam bulan
dalam penjara tanpa pengadilan, dia dilepas. Dia memulai hidup dengan
bekerja sebagai penjaga toko. Itu lantaran dia tak berhasil mendapatkan
pekerjaan sesuai keterampilannya: mekanik mobil.
Hidup Ibrahim berjalan normal selama beberapa tahun sebelum sebuah surat
mengabarkan dirinya akan dideportasi ke negara tempat dia dilahirkan,
Lebanon.
Ibrahim hampir menyerah sebelum ingat impiannya menjadi warga negara
AS. Dibantu beberapa orang yang selama ini berhubungan baik dengannya, dia
maju ke pengadilan untuk melawan proses deportasi. Kali ini dia menang dan
impiannya jadi kenyataan.
Cerita itu ada dalam film The Citizen (2013) garapan sutradara Sam
Kadi. Diangkat dari kisah nyata, film itu tak hanya berkisah mengenai impian
orang untuk bisa menjadi warga negara AS, tapi juga perlakuan buruk
pemerintah AS terhadap orang-orang Islam dan yang berasal dari Timur
Tengah seturut Tragedi WTC.
AS memang negara yang warga negaranya berasal dari kaum imigran dari
berbagai negara. Jumlah mereka bahkan mencapai 40%. Sejak beberapa abad
lalu, tanah Amerika adalah tanah impian orang-orang yang ingin memperbaiki
kehidupan mereka.

***

BERDASARKAN asas kewarganegaraan yang dianut AS, Rini
Soemarno, Menteri BUMN kita, tak perlu seperti Ibrahim Jarrah. AS
menganut asas ius soli. Maksudnya, siapa pun yang lahir di negara
tersebut otomatis menjadi warga negaranya, dan ibu menteri kita yang
bernama Rini Mariani Soemarno itu lahir di Maryland, AS, 9 Juni 1958.
Ayahnya yang asli Indonesia, Soemarno Sosroatmodjo, saat itu menjadi
Direktur International Monetary Fund (IMF).
Itulah yang belakangan sedang dipersoalkan. Rini dianggap memiliki
kewarganegaraan ganda: Indonesia dan AS. Padahal, pejabat negara seperti dia
dilarang memiliki kewarganegaraan ganda. Dahsyatnya, sebelum berada di
kabinet yang sekarang, dia pernah menjadi Menteri Perindustrian dan
Perdagangan pada Kabinet Gotong Royong di bawah Presiden Megawati
Soekarnoputri.
Sang Menteri tentu saja membantah. ”Saya memang lahir di Maryland, tapi
bukan berarti saya memiliki kewarganegaraan ganda,” ujarnya.
Bola isu soal kewarganegaraan ganda itu masih bergulir. Bukan sekali ini saja,
Rini jadi orang yang diusulkan agar dipecat dari kabinet. Sebelumnya, dia
diisukan sebagai menteri yang menghina Presiden Jokowi. Belum lagi isu
nepotisme yang menyebut-nyebut Rini menempatkan orang-orangnya di
tempat-tempat basah di BUMN.
Bagaimana kelanjutan kisah Rini Soemarno? ”Halah, paling seperti biasa, bakal
mirip gelembung sabun. Kau tiup, berumur sesaat, sebelum plas, lenyap,”
komentar Jon Lebay, sinis seperti biasa.
”Tapi ini kan persoalan serius, Jon. Berdasarkan asas ius soli yang
dipakai AS, Ibu Menteri kita itu jelas-jelas warga negara sana,” sergah saya.
”Ah, Mbuh! Aku ndak tahu soal kayak gitu. Yang kutahu, kita
sudah kenyang oleh isu yang umurnya pendek. Jangankan isu, yang nyata saja
bisa ndak lagi ketahuan kelanjutannya kok.”
”Kalau pejabat negara berkewarganegaraan ganda, ya wajar dong
dipertanyakan loyalitasnya.”
Mbuh ah! Loyalitas itu apa? Loyalitas itu kepada siapa? Kepada
partai? Kepada keluarga dan kerabat? Kepada….”
”Ya kepada negara dong. Kepada Indonesia dong.”
”Hmm, sejak 28 Oktober 1928 yang setiap tahunnya diperingati, kita selalu
berikrar untuk loyal.”
Jon agaknya sedang tidak suka diajak berdiskusi. Setelah berdiam beberapa
saat, dia bertanya, ”Omong-omong, bagaimana kalau kau ditawari untuk
menjadi warga negara AS? Mungkin lewat lotre Green Card. Mau?”
Saya tidak menjawab.
”Takut dianggap tidak loyal kepada Indonesia, ya?”
”Bukan, Jon, tapi kan tak semudah itu. Tak mudah memenangkan lotre Green
Card.”
”Aku punya tips jitu. Kalau kau punya istri, hamili istrimu. Saat dia hamil tua,
bawa dia ke Amerika Serikat untuk melahirkan di sana. Anakmu otomatis jadi
warga negara sana. Kalau kau tak kesampaian sebagai warga negara AS, ya
anakmulah yang memenuhi impianmu. Tapi kalau kau ingin anakmu nanti jadi
presiden, menteri, atau pejabat negara di Indonesia, jangan coba-coba bawa
istrimu yang hamil tua ke Amerika Serikat, Argentina, Brazil, atau ke mana
pun yang menganut ius soli. Nanti dipersoalkan seperti Ibu Menteri
kita itu. Beres, kan?”
Hmm, manis sekali saran Jon, tapi saya yakin, dia akan nyaho bila tahu
mengurus visa turis di Kedutaan Besar Amerika Serikat saja tidak selalu
berjalan mulus. (*)

Suara Merdeka, Kolom Smilokui, 5 Juli 2015


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: