Home » Uncategorized » RATU LEBAIKARTA HADININGRAT

RATU LEBAIKARTA HADININGRAT

SYAHDAN, ketika tidur pada suatu malam, Jon Lebay bermimpi menjadi seorang raja tua yang bertakhta di Kerajaan Lebaikarta Hadiningrat. Di mana itu? Ada di peta atau tidak? Jon tidak tahu. Lagi pula, ini hanya mimpi, kan? Tapi simak deskripsi Jon tentang penampilan dirinya.
”Busanaku persis seperti raja dalam ketoprak. Pakai blangkon cokelat, surjan ontrokusuma dengan dominasi warna biru, kain panjang, sabuk cindur, dan canela. Keris, tentu saja. Sedangkan kamu….”
”Jon, kok kau tahu nama surjan yang kau pakai? Juga apa tadi, candala?” potong saya yang agak terheran-heran pada pengetahuannya mengenai pakaian adat itu.
”Canela! Jangan salah sebut, nanti kau dianggap melecehkan kesakralan busana tradisi, loh. Canela itu selop, alas kaki. Kok candala? Candala itu orang serendah-rendahnya orang dalam kelas sosial.”
”Oh….”
”Surjan ontrokusuma itu yang motifnya kembang-kembang. Kalau yang garis-garis namanya surjan lurik.”
”Oh…. Hebat kau, Jon, pantas jadi raja….”
”Siapa bilang Jon Lebay tidak hebat? Hmm, aku lanjutkan tidak?”
”Tentu saja, Paduka Jon. Eits, maaf, nama dan gelarmu apa?”
”Tak tahu.”
”Lo kok aneh? Ndak ada misalnya ngarsadalem atau sampeyandalem, atau khalifatullah sayiddin panatagama? Ya, yang seperti itulah!”
Mbuh! Wong kamu juga tak memanggil apa-apa padaku selain jan-jon saja.”
”Lo aku masuk dalam mimpimu toh? Jadi patih, senapati, atau ah… aku ndak mau jadi punakawanmu loh!”
Mbuh! Wong penampilan kamu ya tetap berkaus oblong dan celana jins belel. Pakai sandal jepit, dan sangat tidak sopan merokok terus di depan seorang raja. Pokoknya dalam mimpiku itu kamu teman mengobrolku.”
”Kalau cuma itu sih tidak perlu dalam mimpi, Jon, Jon….”
”Mau dilanjutkan atau tidak?”
”Boleh, boleh.”

***

PEMBACA nan bijak bestari, selanjutnya adalah percakapan Jon Lebay yang raja dengan saya yang tidak berstatus apa-apa selain teman mengobrolnya, yang tentu saja ada di dalam mimpi Jon. Inti percakapan adalah kegalauan si raja tua bernama Paduka Jon Lebay memikirkan calon pengganti dirinya.
”Aku sudah tua dan sedang galau memikirkan suksesi ini,” ujar Paduka Jon.
”Sukaesih? Maksudmu Elvy Sukaesih yang pernah digelari Ratu Dangdut itu?Tak usah galau memikirkannya, ah. Dia baik-baik saja kok. Kalau dia tidak pernah nongol menyanyi lagi, ya kan ada yang muda-muda. Ayu Ting Ting, misalnya. Tapi kau harus bersaing dengan Shaheer Sheikh. Woles saja, kau boleh kalah rupa, tapi kau menang takhta. Kau kan raja. Ingat loh Jon, kau ini raja. Raja kok galau?”
”Heh, aku serius. Ini soal suksesi. S-u-k-s-e-s-i. Pergantian kekuasaan.”
”Oh… sukses pakai ‘i’ toh? Bilang dong! Lalu apa yang kaugalaukan? Kau kan punya anak. Anak raja kan jadi raja berikutnya.”
”Itulah masalahnya.”
”Loh?”
”Semua anakku perempuan.”
”Loh apa lagi masalahnya, perempuan juga bisa menjadi raja kok. Hanya beda sebutannya saja: ratu. Tapi di Jawa misalnya, sebutan ratu juga bisa untuk raja yang laki-laki. Ratu Boko, itu laki-laki. No problemo, Man! Lagian, kita juga sudah sering dengar petakhta kerajaan itu perempuan: Ratu Shima, Ratu Balqis, Ratu Elizabeth. Kalau kau berprinsip perempuan tak boleh jadi pemimpin kerajaan, kau harus berhadapan dengan temanmu si Nok Selpi yang pejuang keperempuanan.”
”Ah, kau! Dalam tradisi di Kerajaan Lebaikarta ini, raja harus laki-laki. Itu paugeran-nya.”
”Apa lagi persoalannya? Kawinkan saja putrimu itu. Menantumu yang jadi raja. Wassalam. Raja Hayam Wuruk saja rela kok diganti menantunya Wikramawardhana. Woles sajalah, Bro!”
”Jangan menyederhanakan persoalan, ah! Kalau aku mangkat, maka aku tidak bisa digantikan oleh anak-anakku yang perempuan atau menantuku yang laki-laki. Sebab, aku masih punya banyak adik laki-laki. Merekalah yang bisa menggantikan kedudukanku. Duh, tak bisa kubayangkan nasib anak-anakku selanjutnya bila tidak menjadi orang <I>numero uno<P> di Lebaikarta ini.”
Kata Jon, dalam mimpi itu, saya terdiam hingga empat batang rokok habis. Kata Jon juga, sekali-sekali saya berakting macam patung karya Auguste Rodin yang diberi judul Le Penseur alias Si Pemikir. Lalu dengan gaya ilmuwan, masih kata Jon dalam mimpinya, tiba-tiba saya berteriak, ”Eureka! Eureka! Eureka!”
Jon, juga masih dalam mimpi itu, terlongong-longong dan berkata, ”Erika? Tak ada putriku yang bernama Erika.”
”Eureka itu artinya ‘aku telah menemukannya’. Huh, raja apaan, ungkapan bahasa Yunani yang dipopulerkan Archimedes itu saja ndak tahu.”
”Yunani itu sebelah mananya Lebaikarta?”
Mbuh! Tapi aku punya solusi untuk kegalauanmu. Segera kau buat Sabda Raja atau Fatwa Raja atau Perintah Raja, atau apa pun deh, yang penting umumkan, bahwa mulai sekarang Lebaikarta boleh dipimpin perempuan dengan gelar ratu. Umumkan: barangsiapa yang melawan sabda raja berarti dia melawan hukum sebab raja adalah hukum itu sendiri. Pada saat itu juga, kauumumkan putrimu yang sulung sebagai Putri Mahkota. Katakan: sepeninggalku, Putri Mahkota menjadi Ratu Lebaikarta. Keputusan ini bersifat definitif dan tidak bisa di….”
Apakah Jon lalu mengikuti saran tokoh bernama saya dalam mimpinya itu? Entahlah karena pada saat kalimat ”tokoh saya” itu belum selesai, Jon terbangun oleh dering telepon. Tentu saja dia memilih segera mengangkat telepon itu ketimbang melanjutkan mimpinya. Apa pasal?
”Siapa tahu dari beliau yang katanya mau me-reshuffle kabinet….”
Eits, jadi menteri? Itu pasti mimpi Jon yang lain, yang tak perlu harus tidur dulu…. (*)

Suara Merdeka, Kolom Smilokui, 9 Mei 2015


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: