Home » Kolom SMILOKUI » PENYALUR MENTERI PERUMAHAN

PENYALUR MENTERI PERUMAHAN

KALAU seorang presiden tengah galau memikirkan para pembantunya, ya para menteri itu, dan berniat me-reshuffle kabinet, dia boleh menghubungi Jon Lebay atau datang langsung ke tempatnya. Dijamin dapat solusi cespleng yang mencerahkan.
Itu bisik-bisik yang saya dengar. Tapi mana bisa saya memercayai pasir berbisik, eh kabar bisik-bisik seperti itu? Saya tahu, kawan saya itu banyak polah, suka aneh-aneh, dan sering menjengkelkan. Tapi solusi untuk urusan sepelik reshuffle kabinet? Ini keanehan yang sungguh ter-la-lu. Memangnya siapa dia? Pakar politik bukan, kenal orang-orang layak menteri juga tidak.
Saya datang ke tempat Jon. Dan seperti biasa, lagu Bang Haji Rhoma Irama jadi ilustrasi musik yang menyertai adegan dirinya sedang duduk dan asyik kepal-kepul.
”Aneh ya aneh, tapi jangan aneh banget-banget toh, Jon!” ” damprat saya begitu duduk.
”Loh, what happens, Man?
”Kau sesumbar bisa kasih solusi dalam urusan me-reshuffle kabinet. Jangan aneh-aneh, ah!”
Meres apel? Mana bisa apel diperes? Kalau diblender dan jadi jus, itu sih segar banget diminum.”
”Cukup, Jon, aku sedang tidak terpikat oleh guyonanmu yang tidak keren itu. Kudengar kabar kau bisa kasih solusi soal pergantian para menteri.”
”Siapa bilang?”
”Kabar bisik-bisik.”
”Kabar bisik-bisik kaupercayai? Wartawan kok percaya kabar begituan….”
”Makanya aku ke sini. Mau tabayyun, mencari tahu kebenarannya.”
Tangannya mengambil selembar kertas dari tumpukan dan memberikannya kepada saya. Sebuah brosur. Sebuah tulisan besar segera tertangkap mata saya: ”CV SA, Agen Resmi Penyalur Menteri Perumahan”.
Di bawah tulisan besar itu, ada kata-kata yang hurufnya lebih kecil, begini: ”Kalau Anda presiden keluarga dan bingung cari menteri yang bisa melakukan urusan rumah tangga seperti memasak, mencuci, menyeterika, mengepel, merawat taman, menyetir mobil, dll., kamilah solusi paling tepat. Atau, menteri urusan rumah Anda yang sekarang kinerjanya tidak memuaskan, kami siap mencarikan penggantinya tak lebih dari 2 x 24 jam sejak permintaan diajukan. Sebagai perusahaan penyalur para menteri urusan perumahan yang berlisensi dan bersertifikat ISO 9001, kami menjamin kapabilitas para menteri urusan perumahan.”
Di bawah deretan kata-kata itu ada tulisan: ”Untuk konsultasi, hubungi Jon Lebay +6281234567xxx. Sampai di situ, barulah saya ngeh. Jon rupanya jadi konsultan di perusahaan penyaluran pembantu rumah tangga (PRT).
”Oh PRT toh? Kok pakai istilah menteri sih?”
”Ya trik daganglah. Ndak salah-salah amat juga, wong menteri itu kan pembantu presiden, dan yang ini pembantu presiden keluarga.”
”Tapi karena kau pakai istilah menteri, kabar yang beredar jadi ngedab-edabi soal solusi reshuffle kabinet.”
”Terus itu salah gue? Salah temen-temen gue?” ujar Jon menirukan ucapan Dian Sastrowardoyo, eh ucapan Cinta dalam film Ada Apa dengan Cinta? (2002).
”Konsultan? Apa kau tahu PRT-logi?”
”PRT-logi?”
”Ilmu tentang pembantu rumah tangga.”
Jon terkekeh, lalu, ”Kau balik saja brosur itu dan baca testimoni mereka yang pernah berkonsultasi denganku.”
Saya menuruti saran Jon, dan benar, ada testimoni di brosur itu. Salah satunya sebagai berikut: Saya, Haji Lulungguhan (55), telah membuktikan kedahsyatan saran-saran Pak Jon Lebay dari CV SA. Kata beliau, untuk mencari pembantu, kita mesti mempertimbangkan aspek kedekatan. Sebab, kedekatan membuat kita nyaman dan rahasia-rahasia dapur kita aman tersimpan. Jadi, pembantu ideal itu mereka yang masih terhitung sebagai saudara atau kerabat. Kita juga perlu mempertimbangkan saran dari orang-orang yang telah menanam budi pada kita. Alasannya, masa orang yang pernah berjasa buat kita akan mencelakakan kita dengan mengirim pembantu yang tidak qualified? Pasti tidak.
Itu kata Pak Jon Lebay. Saran yang sungguh bijak dan saya pun mengikutinya. Lalu saya menjadikan beberapa orang yang masih terhitung kerabat sebagai para pembantu saya. Kopipah jadi tukang masak, Rini tukang cuci dan seterika, Susi tukang pel lantai, Tejo jadi sopir, Yudi tukang rawat kebun, termasuk kebun ketela pohon yang saya punya. Dan untuk tukang pijat kalau tubuh saya pegal-pegal, ada Purwaningsih dan Cahyo. Yang satu itu keponakan Pak Lurah, orang yang sangat berjasa untuk bisnis saya, dan satunya lagi sepupu jauh dari Pak RW yang juga banyak membantu usaha dagang saya.
Hasilnya sungguh luar biasa. Tak sampai seminggu, istri dan anak-anak saya marah-marah terus. Katanya, tak seorang pun dari mereka yang becus. Yang seharusnya membantu malah bikin repot pemilik rumah. Tapi haruskah saya mengutuki Pak Jon Lebay yang telah berbaik hati kasih saran-saran bijak? Tidak. Mungkin memang kerabat yang saya rekrut itu tidak pas bidang kerjanya. Tejo, misalnya, mungkin lebih pas jadi satpam soalnya kalau nyetir bikin hati saya ketar-ketir. Saya masih mempertimbangkan akan memecat mereka atau tidak. Lebih-lebih yang keponakan Pak Lurah dan sepupu Pak RW itu, mana saya berani? Beruntung Pak Jon orang yang baik karena selalu bersedia memberi saran yang lain. Jadi, datang saja ke CV SA dan berkonsultasilah dengan Pak Jon Lebay.
Hmm, selesai membaca saya memandang wajah Jon dan yakin bahwa teman saya itu konsultan abal-abal.
Jadi, Pak Presiden, segalau apa pun Bapak memikirkan para pembantu Bapak, tolong tidak menghubungi Jon Lebay. Dia memang kawan baik saya, tapi alih-alih memberi solusi, dia justru membuat orang seperti Pak Haji Lulunguhan telah sukses didamprat istrinya. (*)

Suara Merdeka, Kolom Smilokui, 17 Mei 2015


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: