Home » Kolom SMILOKUI » OPEN HOUSE BATAL!

OPEN HOUSE BATAL!

SEMINGGU menjelang Lebaran, Nok Selpi mengabarkan bahwa Jon Lebay akan mengadakan open house. Saya nyaris berteriak, ”Memang dia siapa, pejabat bukan, artis apalagi?”
Alhamdulillah, teriakan itu tidak keluar, tapi kening saya tetap mengerenyit. Hanya saja, saya lalu ingat, gagasan Jon mengadakan open house sudah muncul tahun lalu. Katanya, itu untuk menyindir para pejabat yang bergaya bak raja-raja kecil pada saat Lebaran dan bikin open house hanya untuk pencitraan belaka. Katanya pula, seharusnya para pejabat itu yang datang ke rumah-rumah warga, meminta maaf dan menyalami mereka. Katanya, presiden hingga wali kota/bupati, juga para anggota dewan itu seharusnya datang ke rumah warga. Jangan pas minta dipilih saja.
Tahun lalu, Jon gagal mewujudkan gagasannya. ”Berat di ongkos, Bro,” katanya.
”Openhos kan cuma buka pintu rumah lebar-lebar, kau dan istri cuma duduk di kursi, hmm… jangan lupa gaya duduk kalian dimirip-miripkan dengan raja atau sultan di paseban yang sedang dihadap para abdi dalem. Beres!”
”Memangnya tidak keluar duit untuk iklan?”
”Iklan apa? Bikin poster sederhana saja, perbanyak, dan tempel di tempat-tempat umum, atau kalau mau sangat irit, umumkan di Facebook.”
”Memang ndak keluar duit untuk beli jajanan lebaran yang tentu saja harus lebih banyak dari biasanya?”
”Tidak usah toh. Sediakan seperti biasa. Nanti kalau ada yang tidak kebagian, cukup bilang padanya bahwa kau menganut gaya hidup sederhana. Perayaan kemenangan Lebaran tak perlu harus dirayakan secara mewah. Aku jamin, Bro, citramu sebagai tokoh akan terdongkrak. Orang-orang akan bilang, ‘Contohlah Pak Jon, selalu hidup sederhana. Beliau pantas dijadikan pemimpin masa depan.’ Koran-koran akan menulis dirimu dengan puja-puji selangit.”
”Duit angpau untuk mereka yang datang?”
”Harus kasih duit juga, ya? Maklum Jon, aku tidak berpengalaman mendatangi para pejabat yang bikin openhos, jadi tidak paham soal begituan.”
”Katanya sih begitu, bagi-bagi angpau. Wis, ndak jadi saja.”
”Jon, Jon, baru gitu saja sudah nyerah. Mau menaikkan citra ya harus keluar ongkos dong. Memang ada yang gratis di bawah langit ini?”
Begitulah, Pembaca, tahun lalu, Jon hanya besar di dalam gagasan. Ibaratnya, nafsu besar, duitnya kurang, hahaha…. Dan tahun ini, meskipun yang memberi informasi itu Nok Selpi, teman Jon yang tingkat ketepercayaan publiknya lumayan bagus, saya masih tetap meragukannya.

***

HARI itu juga saya ke rumah Jon untuk membuktikan kebenaran kabar yang tersebar. Meskipun bukan cenayang dan bukan keturunan Jayabaya atau Raden Mas Ngabehi Ranggawarsita, Jon langsung menerka maksud kedatangan saya.
”Pasti mau ngecek kabar soal openhos itu, kan?”
”Lo kok kamu tahu, Jon? Kamu keturunan Mama Lauren, ya?”
”Ya, kita kan solmet, sehati, senasib, dan sependeritaan.”
”Prek! Aku tidak mau nanggung nasib dan penderitaanmu, Jon. Jadi benar?”
”Yoi, Men. Nih lihat, aku baru unggah status di fesbuk!” ujarnya sambil terkikik dan menyodorkan komputer pangkunya yang menyala.
Saya membaca wara-wara alias maklumat yang diberi tajuk ”Open House Keren ala Jon Lebay.” Di situ tertera alamat yang saya tahu rumah Jon yang kreditnya belum rampung dan beberapa kali agak seret bayar cicilannya, sebuah rumah tipe 36 yang benar-benar sederhana dengan ciri khas sebuah papan bertuliskan huruf Arab dan Latin ”Baiti Jannati”. Tak ketinggalan disebutkan waktu open house, termasuk durasi keberlangsungannya.
Yang menarik adalah tulisan berikut: ”Rayakan hari kemenangan Lebaran ini dengan datang beramai-ramai ke Baiti Jannati, bersilaturahmi, bermaaf-maafan. Tidak diperkenankan membawa parsel dalam bentuk apa pun demi menghindari gratifikasi. Sahibul bait juga tidak membagikan angpau Lebaran untuk menghindari ghibah atau bahkan fitnah soal money politic. Bagi yang datang disediakan hidangan berupa jajanan khas Lebaran dari resep asli nenek moyang seperti sagon, biji ketapang, rengginan, apem, kue satu, kembang goyang, dan lain-lain buatan tangan istri Jon Lebay. Jangan khawatir, meskipun tidak disediakan hadiah lawang eh doorprize, para tamu budiman akan menikmati beragam hiburan berupa alunan musik marawis, kasidah, dan jenis musik lainnya dengan bintang tamu Hadad Alwi, Maher Zein, Bimbo, dan H Rhoma Irama.”
Jon masih terkekeh-kekeh seusai saya membaca wara-wara itu. Sudah sekitar satu jam status itu diunggah, tapi belum satu komentar pun.
”Kamu serius, Bro?”
”Perpres tentang openhos sudah diundangkan. Sah. Pantang buat Jon Lebay ini surut.”
”Perpres?”
”Peraturan Presiden Jon Lebay…,” jawabnya sambil ngakak.
”Tapi, apa istrimu bisa bikin jajanan yang sudah masuk museum ingatan itu?”
”Katanya sih bisa.”
Pada malam Lebaran, Jon menelepon dan mengabarkan pembatalan open house di Baiti Jannati-nya.
”Kenapa?”
”Istriku tak sanggup bikin jajanan itu. Ibunya yang bisa bikin tak jadi datang. Payah nih, sudah telanjur tersebar di Facebook.”
Saya tertawa dan ini saat terbaik untuk menolong teman saya itu. ”Alah, gampang Bro. Unggah status lagi, maklumatkan soal pembatalan openhos itu. Beres. Presiden Joko Widodo saja gampang mencabut dan merevisi perpresnya, apalagi Persinden Jon Lebay. Hahaha….” (*)

Suara Merdeka, Kolom Smilokui, 26 Juli 2015


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: