Home » Kolom SMILOKUI » JADI SI LUGU, ENAK KALI YA…

JADI SI LUGU, ENAK KALI YA…

JON LEBAY mengirim SMS yang isinya mengkhawatirkan, ”Jangan hubungi aku. Aku sedang menghilang.”
Saya baca SMS itu beberapa kali, lalu saya jawab, ”Ciyus, Jon? Kamu hilang, dihilangkan, atau menghilangkan diri?”
SMS balasan itu datang beberapa jam kemudian. ”Bertapa. Nanti kukirimi imel.”
”Imel? Aku ndak pesan gadis loh….” balasan canda saya karena jelas saya tahu yang dia maksud adalah e-mail alias surat elektronik.
”Berapa lama kau akan bertapa? Kau akan ketinggalan kereta eh berita loh. KPK-Polri tambah ramai.”
”Prek!”
”Ada gadis-gadis cantik ke Gedung KPK bawa tisu untuk Abraham Samad.”
”Prek!”
”Jangan prak-prek dong. Ada juga meme gokil buaya bermoncong putih loh.”
”Zzz….”
”Pak Jokowi berakrab-akrab dengan Pak Prabowo loh.”
”Zzz….”
”Pecel kesukaanmu pindah tempat.”
”Di mana?”
Hahaha, mau bertapa kok masih memikirkan pecel? Lagi pula, bertapa di gua mana yang ada sinyal telepon dan akan bisa berinternetan? Tapi terbiasa dengan polahnya yang aneh-aneh, saya memutuskan untuk tidak memikirkannya. Lagi pula, urusan saya juga bukan Jon Lebay seorang. Hehehe….

***

JON LEBAY sebenarnya tidak bertapa atau menghilangkan diri. Dari imel yang dia kirimkan terbaca bahwa dia tetap beraktivitas seperti biasa. Dalam tulisannya itu dia menceritakan alasan ”penghilangan diri”-nya itu. Dia sebal, marah, dan termehek-mehek sendiri setiap kali mendengar, menonton, dan membaca berita, terutama mengenai KPK-Polri.
”Bukannya aku sok peduli terhadap urusan bangsa ini, tapi tidak membaca dan mendengarkan berita, aku akan kuper,” tulisnya, ”Tahu berita, aku jadi bingung dan marah sendiri. Setiap orang bisa ngomong seenak sendiri. Setiap orang mendadak jadi paling pintar. Setiap orang merasa dirinya pihak yang benar sambil menyalahkan orang lain. Ini lebih lucu dari Warkop. Membela yang satu akan dianggap pro pada kezaliman. Membela satunya, dianggap tidak jelas. Tidak membela, dikritik sebagai orang yang tidak pedulian.
”Maafkan untuk beberapa waktu aku tak bisa bertemu dengan kau, juga teman-teman lain. Jujur saja, kalian itu sok pintar menganalisis persoalan politik. Kalian tidak berbeda dengan mereka yang komentarnya dikutip media massa. Hanya saja sudah nasib kalian untuk tidak dilirik wartawan.
”Sudahlah, Bro, izinkan aku menghilang sebentar. Kini aku benar-benar menikmati hidup dengan berleha-leha di kamar mendengarkan campursari dan jaz, menonton film, dan membaca buku.
”Oya, aku berpikir betapa asyik dan damai bila aku ini seorang yang lugu, polos, dan mungkin bodoh dalam banyak hal. Aku ingin jadi Sha Gen dalam film A World Without Thieves. Ahai, di antara para pencuri kelas kakap yang mengancam tas uangnya, dia masih yakin setiap orang berhati jujur dan baik. Indah sekali dunia tanpa pencuri. Boleh juga aku jadi Josef Scheik yang polos dan tak pernah menganggap orang lain jahat. Tontonlah film itu, dan bacalah novel Prajurit Schweik karya Jarsolav Hasek itu.”

***

SYUKURLAH, Jon melewatkan waktu ”penghilangan diri” itu dengan perbuatan mulia. Saya sudah menonton A World Without Thieves. Saya juga suka kepolosan Sha Gen. Dunia tanpa pencuri? Hmm, itu utopis. Itu tak mungkin. Itulah yang berusaha diyakinkan Wang Bo (dimainkan Andy Lau) kepada Sha Gen bahwa di bumi manusia ini, ada orang-orang jahat. Tapi Wang Li (dimainkan Rene Liu), pasangannya dalam mencuri, bersikeras agar Sha Gen tetap berada dalam kepolosannya.
Prajurit Schweik adalah novel satire yang sangat terkenal. Dengan menampilkan karakter utama Josef Schweik yang polos, baik hati, dan tak penah sekalipun berprasangka buruk terhadap orang lain, Jaroslav Hasek ingin menyindir kondisi koruptif, kezaliman, penindasan, dan sebagainya semasa dia hidup, khususnya menjelang dan saat Perang Dunia I. Schweik bisa tertawa ketika diculasi, dipecundangi, ditipu, disiksa.
Tapi Jon Lebay bukan Sha Gen atau Schweik. Saya juga bukan mereka. Kita adalah Wang Bo yang memahami bahwa bumi ini tak bebas dari pencuri. Untuk itulah kita perlu lembaga seperti kepolisian, KPK, kejaksaan, dan lembaga hukum lainnya. Dan sudah seharusnya mereka saling bekerja sama agar Jon Lebay tak perlu menghilangkan kegalauan dengan ”menghilangkan dirinya”. (*)

Kolom Smilokui, Suara Merdeka 1 Februari 2015


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: