Home » Cecuit @PengendaraAngin » CECUIT CERITA 140 KARAKTER @PengendaraAngin (#171-#187)

CECUIT CERITA 140 KARAKTER @PengendaraAngin (#171-#187)

#Cerita187:TAWA. “Kini kusadari cintamu padaku, hartalah yang engkau cari….” Eva tertawa saat Manon melantunkan lirik dangdut itu.”Betul.”

#Cerita186:SINGKONG. Manon bawa singkong rebus. Eva tak suka penganan itu, tapi lahap ia lalap. “Cinta bikin semua jadi lezat,” batin Eva.

#Cerita185:DRUPADI. “Berapa suami Drupadi?” tanya Eva. “Lima versi India. Satu versi Jawa. Kau pilih versi mana?” balas Manon. “Lima Manon.”

#Cerita184:MELANKOLIS. “Aku kadang ingin berkesan melankolis,” ujar Manon. “Tuhan tidak melarang. Eva oke-oke saja,” kata Eva, “Kapan?”

#Cerita183:PEMBELOT. Manon membelot dari keputusan partainya. Eva bersungut-sungut. “Pembelot!” tuding Eva. “Ah ini cuma main-main, Sayang.”

#Cerita182:PILIHAN. “Aku pilih Eva secara langsung,” ujar Manon. “Aku mau pilihan tak langsung, asal tetap Manon yang dipilihkan,” kata Eva.

#Cerita181:CINTA-31. Manon lihat jam dan ingin memilikinya. Tapi uangnya hanya cukup buat liontin pesanan Eva. “Jam itu jelek kok,” ujarnya.

#Cerita180:CINTA-30.Di Hutan Batu Kunming Tiongkok,Manon menatap batu mirip gadis termangu.Dia ingin segera pulang.”Eva sendirian di rumah.”

#Cerita179:CINTA-29.”Kenapa Gandari menutup mata dengan kain hitam?” tanya Eva. “Sebab Destarata buta,” jawab Manon. “Oh so sweet!”

#Cerita178:CINTA-28. Manon ingin rambut Eva selalu panjang. “Aku ingin potong rambut ini. Bosan!” ujar Eva. “Ke salonlah,” ujar Manon.

#Cerita177:CINTA-27. Eva pulang larut, ngantuk, dan superlelah. Manon masih mengetik. Kopinya tandas. Eva menguap saat menyeduh kopi baru.

#Cerita176:CINTA-26. “Makan buah ini, manis sekali!” ujar Eva. Manon memakannya, riang sambil menahan pahit di langit-langit mulut. “Manis.”

#Cerita175:ADU MULUT. “Kau menyebalkan! ” teriak Eva.”Kau memuakkan! ” teriak Manon. Lalu tak ada suara. Mata mereka bersipandang. Lembut.

#Cerita174:GOSIP ARTIS. “Pemirsa, Eva dan Manon tambah mesra saja.” Eva tertawa lihat tayangan itu. “Manon, kita pura-pura berantem, yuk!”

#Cerita173:CINTA-25. 10 menit menunggu kereta api tiba, Manon memikirkan: Eva, burung parkit, kelinci, Eva, Eva, Tari, uang, Eva, Eva, Eva.

#Cerita172:CINTA-24. Ketika memeluk Tari, Manon selalu teringat pelukan hangat Eva. Pada saat seperti itu, ia selalu merasa memeluk angin.

#Cerita171:ULAR. Manon sering bermimpi tentang ular. “Santailah, aku selalu bermimpi tentang elang yang mematuk ular-ularmu,” ujar Eva.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: