Home » Kolom SMILOKUI » FANTASI & RAMALAN

FANTASI & RAMALAN

PENGGUNA Facebook bernama Putra Kandias mengunggah pernyataan yang menghebohkan. Ia mengaku berasal dari tahun 2035 yang sedang melawat ke saat 21 tahun sebelumnya (2014) dengan mengendarai mesin waktu. Perlawatannya membawa tiga misi: (1) mengingatkan orang-orang mengenai bencana besar pada awal 2015, (2) mencari anak indigo untuk dibawa ke tahun 2035, (3) misi rahasia yang bakal diemban si anak indigo.
Tak cukup begitu, masih di akun yang dijadikan fan page, dia merinci beberapa hal yang lebih menyerupai ramalan, yaitu soal perang nuklir dan keberhasilan Timnas Indonesia menjadi juara Piala AFF 2014 di Vietnam yang akan dimulai pada 21 November.
Seperti biasa, status ”kontroversial” di jejaring sosial hampir selalu memantik reaksi yang beragam dan masif. Putra Kandias dan status unggahannya menjadi perbincangan, atau diistilahkan sebagai trending topic (topik ngetren). Dan tentu saja, hal yang tak bisa dihindari adalah upaya perundungan (bully). Putra Kandias dirundung habis-habisan. Dia disebut pengkhayal tingkat dewa, pemabuk, pelamun akut karena terlalu banyak menonton film bergenre futuristik, dan lain-lain.
Tak berhenti di situ, pelacakan mengenai siapa Putra Kandias pun dilakukan. Pelacakan yang memanfaatkan baju seragam batik yang dipakai pada foto profil Putra Kandias itu menemukan satu nama: Imam Anhary Fauzy, pelajar SMP 16 Palembang. Belakangan, beberapa teman si remaja, mengunggah pernyataan sekaligus meminta dengan sangat untuk menghentikan perundungan kepada Imam. Apa pasal? Konon, akun Facebook Imam Anhary Fauzy diretas seseorang dan dipakai untuk mengunggah status-status pengheboh itu.
Kisah itu mengingatkan saya bahwa lagi-lagi jejaring sosial adalah tempat segala sesuatunya cepat meledak dan riuh. Sebuah fantasi, yang dalam kasus Putra Kandias, disertai ramalan, yang dalam hal-hal tertentu sangat biasa, menjadi luar biasa ketika diunggah di Facebook atau jejaring sosial lainnya. Kita ingat Florence Sihombing yang mengumpat di Line juga mengalami perundungan dahsyat bahkan sampai ke pengadilan. Berapa orang yang mengumpat ketika galau menunggu antrean di SPBU, lebih-lebih ketika BBM langka? Umpatan secara lisan ternyata memang berbeda dengan umpatan lewat tulisan, lebih-lebih bila medium tulisan itu jejaring sosial.
Menurut saya, apa yang diunggah Putra Kandias hanyalah sebuah fantasi biasa  yang dilengkapi ramalan. Saya tahu, kehebohan itu muncul lantaran ramalan yang dibeber itu bersifat mengancam, dan menakutkan. Siapa mau ditakuti-takuti?

***

YA, setiap orang memiliki fantasi. Ada yang hanya menyimpannya, ada pula yang mengungkapkannya. Pengungkapannya pun beragam: bercerita kepada kawan (secara sambil lalu atau serius) atau mengemasnya sebagai karya sastra, film, dan beragam medium ekspresi kesenian lainnya. Putra Kandias punya fantasi dan mengungkapkannya di jejaring sosial, lalu bikin kehebohan yang sangat saya yakini hanya akan berlangsung mirip gelembung sabun yang sempat terbang  di udara.
Tapi benarkah Putra Kandias terlalu banyak menonton film futuristik? Saya tak ingin mengulasnya lebih panjang. Mungkin iya, mungkin tidak. Jon Lebay ketika kecil berfantasi bisa terbang seperti burung. Tapi dia menolak ketika dirinya disebut terlalu banyak menonton film Superman.
”Superman dari mana? Dari Hongkong? Saat itu, televisi hanya ada di balai desa. Hitam putih lagi. Mendengar sosok itu pun beberapa tahun kemudian,” bantah Jon.
Baiklah, Jon tidak sendirian tentu saja. Ada banyak orang yang memiliki fantasi tanpa referensi tertentu. Belum ada kapal selam ketika Jules Verne, pengarang Prancis itu hidup. Tapi dia menulis Vingt Mille Lieues sous Les Mers: Tour du Monde Sous-marin (20 Ribu Mil di Bawah Laut: Keliling Dunia di Bawah Laut) yang dipublikasikan 1870.
Ya, fantasi kita bisa sangat aneh dan tak dapat dinalar. Tapi sekali lagi, fantasi Putra Kandias, menurut saya begitu biasa. Kita sudah sangat biasa dengan istilah mesin waktu dan makhluk atau orang dari masa depan. Yang menarik buat saya adalah ramalan beserta kehebohannya, setidak-tidaknya seperti yang diungkapkan oleh banyak komentar pada unggahan Putra Kandias.
Ketika Mama Lauren masih hidup, bisa dipastikan, setiap menjelang pergantian tahun kita diberi ramalan-ramalan lewat media massa. Sebagian besar ramalan itu menakutkan. Dan sebagian besar pula tidak terbuktikan.
Ini tahun 2014, dan hampir berakhir, dan dunia masih berputar. Dua tahun lalu, dunia diramalkan kiamat. Singkatnya, ramalan itu telah memakan ”korban”, setidak-tidaknya ”korban perasaan” sebagian besar orang.
Itu bukan ramalan pertama mengenai dunia bakal kiamat. Tahun 1666 M diramalkan sebagai tahun berakhirnya dunia alias kiamat. Sama seperti terhadap ramalan 2012, orang-orang menunggu dengan perasaan galau antara harus memercayai atau mengabaikan saja. Kisah kehebohan itu bisa kita jumpai pada novel sejarah Amin Maalouf, pengarang Prancis kelahiran Lebanon yang berjudul Le Periple de Baldassare (Kisah Perjalanan Balthasar).
Di luar itu, kita butuh kesiapan mental tertentu ketika membaca, mendengar, atau menerima fantasi dan ramalan. Khusus untuk ramalan, kita suka bila diramal bakal baik-baik dan termehek-mehek ketika sebaliknya. Karena itu saya lebih suka pada prinsip Jon Lebay terhadap ramalan. ”Maaf, saya menerima ramalan yang bagus….” (*)

Kolom Smilokui, Suara Merdeka 23 November 2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: