Home » Cecuit @PengendaraAngin » CECUIT CERITA 140 KARAKTER @PengendaraAngin (#154-#170)

CECUIT CERITA 140 KARAKTER @PengendaraAngin (#154-#170)

#Cerita170.DALIH. Manon lupa beli martabak yang ia janjikan untuk Eva.”Sayang, coba cek di kalender, ini hari libur untuk penjual martabak?”

#Cerita169:JANJI. Manon pulang tanpa martabak yang ia janjikan untuk Eva. Saat menemani Manon makan, Eva bilang, “Martabak ini enak sekali.”

#Cerita168:PUASA. “Bagaimana cara puasa dari nafsu sok hebat,” kata Manon. “Saat sahur, minum obat pelemah syahwat ketakaburan,” jawab Eva.

#Cerita167:SURAT TERBUKA. Eva Sayang, aku maklumatkan kepada semua orang yang membaca ini: aku kangen kamu setiap tujuh detik. Dari Manon.

#Cerita166:BOLEH. “Kok kata Goenawan Mohamad, pers boleh tak netral?” tanya Eva. “Kau juga boleh tak sepakat dengannya,” jawab Manon.

#Cerita165:JURU BAYAR. Eva selalu santai mengambil apa saja di supermarket. Di belakangnya Manon selalu siap menerima kertas tagihan.

#Cerita164:JURU MASAK. Tersisa dua butir telur ayam dan Eva memasak dan menghidangkannya. “Oh ini hidangan para raja, Sayang,” ujar Manon.

#Cerita163:JURU DUSTA. Kulihat iblis di kampanye pilpres,” ujar Eva. “Kok?” tanya Manon. “Siapa juru dusta ditulis di kitab suci?”ketus Eva.

#Cerita162:JURU KHIANAT. “Sekali berkhianat, ia akan terus mengulanginya,” ujar Manon. “Siapa, Sayang?” tanya Eva. “Tentu bukan kau, Eva.”

#Cerita161:JURU JILAT. Eva muak pada para juru jilat di sekitar Manon. Dan ia lebih muak saat tahu belahan jiwanya menikmati jilatan itu.

#Cerita160:JURU PIJAT. “Sakitkah?” tanya juru pijat Eva, memijat kaki Manon. “Jauh lebih baik. Tadi sekujur tubuh serasa remuk,” kata Manon.

#Cerita158:JURU OBAT. “Kau sehat benar kok selalu ke sini?” tanya juru obat Manon. “Aku yakin ada yang sakit bila tidak ke sini,” jawab Eva.

#Cerita159:JURU SITA. “Diriku jadi jaminan,” ujar Eva. “Kuharap pelunasan utangmu gagal. Aku akan jadi juru sita yang bahagia,” balas Manon

#Cerita157:JURU FITNAH. Capres itu kalap dan fitnah lawannya. Manon mewawancari seorang anggota tim suksesnya:”Aku memfitnah, maka aku ada.”

#Cerita156:JURU OBAT. “Tuan Manon, sudah kuminum semua ramuanmu. Aku sudah sembuh. Masih boleh aku berobat ke sini?” “Datanglah, Nona Eva.”

#Cerita155:JURU SIAR. “Pemirsa, inilah prestasi capres Manon…” Prompter teriak, “Eva, itu capres lawan televisi kita. Ralat, ganti nama.”

#Cerita154:JURU SORAK. Manon kasih aplaus kepada capres lawan. “Hei Manon, dia musuh kita. Kau bukan juru sorak yang baik,” teriak temannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: