Home » Cecuit @PengendaraAngin » CECUIT CERITA 140 KARAKTER @PengendaraAngin (#137-#153)

CECUIT CERITA 140 KARAKTER @PengendaraAngin (#137-#153)

#Cerita153:JURU WARTA. Juru warta itu menangis usai menuliskan prestasi capres di korannya.”Tuhan, semoga para pembacaku buta huruf sesaat.”

#Cerita152:ROKOK. “Manon, merokok membunuhmu!” hardik Eva. “Kamu lagi baca bungkus rokok, ya?” balas Manon dan mematikan rokoknya ke asbak.

#Cerita151:PARKIT. “Dalam mimpiku kau parkit indah,”kata Eva. Manon segera ke pasar burung dan beli sepasang parkit. “Mimpiku sama soalnya.”

#Cerita150:DEBAT. Eva & Manon berdebat soal siapa paling penting di rumah mereka. Sengit, tapi setelahnya mereka french kiss sampai kebas.

#Cerita149:AKTING. Diberitakan kedua capres adu jotos saat acara debat. “Itu akting, Eva. Debat itu acara hiburan di tivi, kok,” ujar Manon.

#Cerita148:SEMUT. Juru sorak telah meninggalkan Manon. Dia sedih. “Sayang, mereka cuma semut, merubungmu saat kau punya gula,” hibur Eva.

#Cerita147:PROFESIONAL. “Suarez dan Gerrard yang satu tim di klub harus saling tekel saat Uruguay-Inggris.” “Profesional, Eva,” jawab Manon

#Cerita146:KIRI. Bule itu heran, Manon selalu menolak duduk di sisi kirinya. “Why?” tanyanya. “People will think that I’m a leftist, Sir!”

#Cerita145:KANAN. Eva diminta guru bahasa Inggris berdiri di sisi kanan Manon dan melaporkan posisinya. “I stand on the right side, Sir!”

#Cerita144:KURSUS. Guru bahasa Inggris yang cantik itu tanya, “Do you understand, Manon?” “Yes, I stand under you, Madame.”

#Cerita143:ARJUNA. “Arjuna memang tampan, tapi ia bukan tipeku,” ujar Eva. “Tipemu seperti siapa?” tanya Manon. “Tentu yang sepertimu dong.”

#Cerita142:DURSASANA. Manon suka Dursasana. “Dia kan dari Kurawa. Jahat!” protes Eva. “Oh Eva, ia punya kebaikan cuma bukan story darling.”

#Cerita141:TAMPAN. Eva selalu nonton Mahabarata di TV. “Kok tumben?” tanya Manon. “Pemainnya tampan-tampan, sedikit di bawah ketampananmu.”

#Cerita140:JENUH. Beberapa kali Manon datang ke kafe, ia disambut hangat. Ketika setiap hari dia nongol di situ, kehangatan itu hilang.

#Cerita139:KALAH. “Kenapa Spanyol bisa kalah telak dari Belanda?” tanya Eva. “Menang terus apa tidak membosankan?” balas Manon.

#Cerita138:BERMARTABAT. “Menang tanpa merendahkan. Indah sekali,” ujar Manon. “Itulah yang namanya bermartabat,” sambung Eva.

#Cerita137:22 BOLA. “Satu bola jadi rebutan. Pakai 22 bola saja. Setiap pemain satu,” ujar Eva. “Lalu wasitnya berapa?” tanya Manon. “Nol!”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: