Home » Cecuit @PengendaraAngin » CECUIT CERITA 140 KARAKTER @PengendaraAngin (#103-#119)

CECUIT CERITA 140 KARAKTER @PengendaraAngin (#103-#119)

#Cerita119:DURIAN. Manon ke Tokyo dan Eva ingin oleh-oleh durian. Sepulangnya ia ke kios buah dekat rumahnya. “Durian Tokyo enak,” ujar Eva.

#Cerita118:BUAH KEPEL. Manon menanam sebatang kepel dan merawatnya dengan cinta. Eva ingin jadi pohon itu dan berikan buahnya untuk Manon.

#Cerita117:GOKIL. “Hari ini kau sungguh luar biasa cantik, Eva.” “Manon, apa kau lupa aku cantik setiap hari?” “Ups, kok bisa aku lupa?”

#Cerita116:TERONG-TERONGAN. “Manon, lagakmu kayak ABG! Sebal!” “Tenang, Eva, aku cuma sedang akting, kok. Buanglah kesebalanmu. Senyumlah!”

#Cerita115:CABE-CABEAN. “Manon, apa aku masih kayak remaja?” “Oh Eva, selamanya kau remaja buatku dan selalu bikin pedas dan aku bergairah.”

#Cerita114:REMPONG. Eva tak suka lewat jalan tol saat ke kantor. Ia selalu masuk-keluar gang sempit. Manon sering tak sabar menunggunya.

#Cerita113:KEPO. Manon selalu tahu apa saja yang dilakukan Eva saat mereka berjauhan. Eva juga tahu ke mana saja Manon selama di luar rumah.

#Cerita112:KAMSEUPAY. Di atas Pont Neuf memandangi Paris, Manon ingat saat ciblon di kali di desanya. “Ayolah Manon, ini Paris!” teriak Eva.

#Cerita111:DIAM. “Ayo ke balkon, Eva, dan tak saling berbicara. Eva setuju sebab ia bisa membaca Manon saat lelaki itu membisu.

#Cerita110:TAPA NGRAME. Di luar rumah, Manon melakukan apa saja tanpa keluhan, tanpa ingin pujian. “Bertapa dalam keramaian itu berat, Eva.”

#Cerita109:TAPA BISU. “Eva, aku mohon izinmu, seminggu ini aku harus membisu. Hanya bicara yang perlu saja.” “Ya Manon, kau butuh itu.”

#Cerita108:RENJANA. Eva selalu cemas bahwa Manon bakal kelelahan dan sakit ketika mencari koin Majapahit. “Eva, ini renjanaku,” ujar Manon.

#Cerita107:MELATI. Manon selalu memetik beberapa kuntum melati dari taman depan rumah, menyebarnya ke atas kasur. Eva jadi lelap tidurnya.

#Cerita106:MAKNA. “Oh Eva, kedua matamu bak telaga kelam dan aku ingin menyelam di kedalamannya, bahkan bilapun aku tenggelam.” “Oh Manon!”

#Cerita105:ASOLOLE. “Buka sedikit, Eva?” “Kenapa hanya sedikit?” “Kita kan orang-orang yang lebih suka menikmati proses,” jawab Manon riang.

#Cerita104:CEMAS. Dua hari sudah Eva pergi. Tak satu SMS pun. Puluhan kali Manon meneleponnya. Ponsel Eva tak aktif. “Oh Eva…,” kesahnya.

#Cerita103:CINTA-23. Eva ingin kado itu berisi cincin bermata safir. Ia buka, dan, “Oh Manon, liontin angsa ini kuimpikan sejak lama.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: