Home » Kolom SMILOKUI » PARNO

PARNO

JON LEBAY tertawa ketika temannya bilang, ”Aku sering merasa parno. Apa saja bikin parno diriku.”
Karena derai tawa Jon mungkin hanya bisa dihentikan oleh Topan Irene, si teman berseru, ”Jon, aku sedang curhat bukan membanyol.”
”Maaf, Bro. Ini kan bukan hal baru. Kamu itu porno sejak lama. Ingat saat kita sembunyi-sembunyi baca novel picisan dan setelahnya kau selalu bengong di kelas dan selalu seperti kera bingung saat yang mengajar ibu guru? Sewaktu kita SMA, Bro.”
Teman Jon mendelik. ”Bukan soal porno, Jon! Parno, parno, pakai a!”
”Oh, ada toh kata porno pakai a?”
Jon buru-buru membuka aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) di telepon selulernya. ”Tak ada kata itu. Belum dimasukkan ke kamus atau kau cuma ngarang kata saja?”
Si teman bersungut-sungut. ”Huh! Tanyakan saja sama temanmu yang sering usul agar kata gaul dimasukkan ke KBBI.”
”Siapa?”
”Yang nulis kolom inilah….”
”Halah! Orang seperti dia? Potongannya saja tidak gaul sama sekali. Sudah deh, jelaskan saja apa arti porno pakai a itu.”
Si teman menjelaskan bahwa ”parno” adalah kata populer yang berasal dari kata ”paranoia.”
”Bilang dong paranoia. Kalau itu sih aku hafal di luar kepala. Penderitanya sering bersifat paranoid. Cemas, gelisah tanpa sebab jelas ketika mendengar atau melihat atau membaca sesuatu. Dalam Kamus Webster, paranoia itu gangguan mental yang ditandai dengan kecurigaan yang tidak rasional atau logis. Kalau soal-soal psikologi, lebih-lebih gangguan kejiwaan, Jon Lebay ini pakarnya.”
”Itu karena memang jiwamu terganggu, Jon.”
Jon hanya ngakak, lalu dengan gaya seorang psikater, dia bilang, ”Silakan Anda ceritakan hal-hal yang membuat diri Anda selalu merasa porno pakai a. Sesi konsultasi ini bisa saya gratiskan untuk Anda.”
”Aku punya anak perempuan yang sedang beranjak remaja. Siapa yang tidak parno bila membaca ini,” ujar si teman sambil menyodorkan telepon selulernya pada Jon. Berita tentang pemerkosaan terhadap anak di bawah umur oleh seorang yang sudah berumur. Sesaat Jon membaca berita itu. Masih dengan gaya seorang psikiater yang kalem dan berusaha dibuat sewibawa mungkin, dia bilang. ”Berita seperti ini sudah sering kita baca, bukan? Lalu?”
”Bukan semata soal pemerkosaannya, Pak Psikiater Jon. Baca: korban tak punya uang untuk bayar sekolah, curhat pada temannya seusia, dihubungkan dengan seorang perempuan, diberi janji-janji, dipertemukan dengan seorang lelaki berumur, diberi permen dan menjadi mabuk, diperkosa, dan hamil.”
”Ya. Lalu?”
”Sekali lagi ini tak semata soal pemerkosaan tapi penjualan anak manusia yang sering kalian sebut human trafficking itu. Lebih mengerikan lagi ada teman korban yang seusia, itu artinya masih di bawah umur juga, ikut terlibat. Dan soal permen yang bikin mabuk itu, bukankah itu narkoba berbulu domba, eh maksudnya berbungkus permen? Anak-anak kita terancam, Jon. Kok aku tidak boleh parno?”
Trafficking ya? Hmm, narkoba, ya?”
”Beberapa waktu lalu kita dihebohkan oleh beragam kasus sodomi terhadap anak-anak. Belum juga lerai, muncul kasus mutilasi, penculikan, dan bla-bla-bla.”
”Sodomi, mutilasi, penculikan….”
”Setiap aku masuk minimarket, aku juga parno lihat sangat banyak makanan instan yang pasti mengandung bahan pengawet, zat kimia yang berbahaya bagi tubuh, dan itu yang dikonsumsi anak-anak kita setiap saat. Dan itu sama artinya dengan menimbun penyakit….”
”Sebentar, kok beralih ke makanan instan?”
”Ketika melihat anakku main internet, aku juga cemas kalau-kalau dia di-bully di jejaring sosial, dia jadi korban penipuan daring, dia jadi korban cyber crime. Ketika….”
”Setop, Bro, cukup! Tidak ada konsultasi-konsultasian. Semua yang kaucemaskan dan kau-parno-kan itu malah bikin aku ikut-ikutan porno pakai a. Jangan-jangan bukan kau seorang yang harus pergi ke psikiater berlisensi, melainkan aku juga. Cukup ya, Bro, kita bicara mengenai hal-hal indah saja. Kita bicara soal harapan saja dan karena aku tahu kau ini fans Manchester Merah, maka yakini saja musim ini Manchester United bersama Louis van Gaal akan Juara Liga Primer, Juara Liga, Juara FA, dan Juara Liga Champion. Bagaimana?”
”Jon Lebay kawanku, kau menghindari ke-parno-an tapi berubah jadi orang yang kalau tidak mengalami delirium, maka kau mimpi di siang bolong. Di kandang sendiri saja Manchestermu kalah sama Swansea City….”
”Itu baru pertandingan pertama. Lakon kan menang pada akhir-akhir.”
”Kalau begitu, jangan parno bila hari ini melawan Sunderland, Manchestermu kembali tak berdaya….”
Ketika Jon menceritakan soal ke-parno-an temannya itu, mendadak saya juga menyadari bahwa banyak hal yang membuat saya sering parno juga berkaitan dengan kedua anak perempuan saya. Saya sering cerewet ketika mereka beli makanan instan di minimarket. Saya sering ”berkhotbah” tentang bagaimana mereka harus menjaga diri di dunia maya, tentang bahaya dan bentuk-bentuk bujuk rayu para penyambung tangan narkoba, tentang X, tentang Y….
Sebagai reaksinya, adakalanya kedua anak saya bilang, ”Uh, kayaknya Ayah terlalu parno deh!”
Jawaban yang tak pelak membuat saya bertambah porno pakai a. (*)

Kolom Smilokui, Suara Merdeka, 24 Agustus 2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: