Home » Kolom SMILOKUI » KITAB LUPA ISRAEL

KITAB LUPA ISRAEL

GIGI emas dari mulut seseorang itu dicopot, dilebur, dan dibuat cincin. Pada bagian dalam cincin itu diguratkan satu kalimat Talmud dalam huruf Ibrani: ”Barangsiapa menyelamatkan satu nyawa, dia menyelamatkan seluruh dunia.” Cincin itu dibuat, agak tergesa-gesa, setelah Oskar Schindler berpidato tentang kekalahan Jerman dari Sekutu.
Ya, malam itu setelah paginya penyerahan tanpa syarat Nazi Jerman kepada Sekutu, Schindler berdiri di podium di ruang terbuka pabrik amunisi di Brinnlitz, Polandia. Di hadapannya ada 1200 orang Yahudi yang selama beberapa bulan menjadi pekerja di situ. Pada bagian lain, segerombolan serdadu Jerman juga meriung.
”Aku anggota Nazi,” ujar Oskar Schindler, ”Aku pengusaha pabrik amunisi. Aku lintah darat. Aku seorang kriminal. Saat tengah malam nanti, kalian akan bebas sementara aku akan diburu. Aku bisa bersama dengan kalian lima menit setelah tengah malam, dan setelah itu aku berharap kalian memaafkanku karena aku harus melarikan diri.”
Tapi 1200 orang Yahudi yang meriung di situ tahu, Schindler bukan kriminal. Dia bahkan mirip Musa yang menyelamatkan orang Yahudi dari kejaran Firaun. Schindler telah menyelamatkan mereka dari holocaust (pembasmian Yahudi oleh Nazi). Itu sebabnya mereka memberikan cincin bertuliskan kata-kata Talmud kepadanya, beserta selembar surat yang mereka tanda tangani bahwa Schindler adalah juru selamat mereka.
Di tempat lain, masih di Polandia, tepatnya di Nowogrodek (sekarang ikut Belarusia), empat bersaudara Bielski membentuk Bielski Otriad (Partisan Bielski) yang selama beberapa bulan menciptakan kampung di hutan yang dihuni oleh orang-orang Yahudi yang melarikan diri dari sebuah ghetto (rumah penampungan Yahudi). Pada suatu hari, kampung di hutan itu diserbu tentara Jerman. Untuk menyelamatkan warga sipil itu, mereka melarikan diri hingga menemui jalan buntu.
Di depan mereka terbentang rawa luas. Tuvia Bielski yang selama ini menjadi pemimpin di situ pun ragu-ragu. Mereka menunggu keajaiban dan meragukan kedatangan keajaiban seperti ketika Musa membelah laut. Adik Tuvia, Asael mengambil keputusan cepat. Mereka harus tetap menyeberangi rawa dengan saling mengikatkan tali dan sabuk mereka. Hingga PD II berakhir, ada 1100 orang Yahudi yang diselamatkan Bielski Bersaudara.
Adegan di dua tempat itu memang saya ambil dari film Schindler’s List (1993) dan Defiance (2008). Tapi keduanya adalah film berdasarkan kisah nyata dengan tokoh kunci, Oskar Schindler dan Bielski Bersaudara yang benar-benar nyata. Mereka hanyalah sebagian dari banyak orang yang semasa pembantaian Yahudi oleh Hitler dan Nazi telah merisikokan hidup mereka untuk menyelamatkan orang lain tanpa batas-batas etnis. Schindler dan Bielski Bersaudara bukan orang Yahudi, dan tindakan mereka benar-benar berdasarkan azas kemanusiaan.
Dan ketika Negara Israel didirikan pada 1948, tiga tahun setelah kehancuran Hitler dan Nazi, sebagian warga negaranya kemungkinan adalah orang-orang yang telah diselamatkan Schindler atau Bielski Bersaudara. Sama seperti yang tergurat dalam cincin yang diberikan kepada Schindler, dalam arti harafiah, orang Yahudi yang selamat itu telah berkembang biak.

***

ITU sebabnya setiap kali saya mendengar dan membaca mengenai kebengisan tentara Israel dan kebijakan politik yang tidak manusiawi dari pemerintah Israel, khususnya terhadap Palestina, saya selalu bertanya-tanya: jangan-jangan Israel hanyalah negara yang dihuni oleh orang-orang amnesia.
Seperti sama-sama kita tahu, Ramadan lalu hingga hari ini, kebengisan tentara Israel terhadap orang Palestina kembali berlangsung. Seperti yang sudah-sudah, korban terbesarnya selalu warga sipil, khususnya wanita dan anak-anak. Wajar saja banyak orang menganggapnya sebagai semacam genosida secara bertahap. Sebab, dalam peperangan, mereka tidak boleh dibunuh.
Dan itu sudah berlangsung sejak negara yang bernama Israel berdiri dan bendera berlambang Bintang Daud itu berkibar di satu ”petak” di Jazirah Timur Tengah. Kalau menilik tahun berdirinya negara itu yang hanya tiga tahun setelah sekian juta dari mereka menjadi korban kebengisan Hitler, jangan-jangan mereka tak hanya mengalami amnesia, tapi lebih spesifik amensia anterogade. Itu penyakit kehilangan memori jangka pendek seperti yang dialami tokoh Lucy Whitmore (Drew Barrymore) dalam  50 First Dates.
Saya membayangkan kemungkinan bahwa di antara tentara Israel atau orang-orang di Knesset (Parlemen Israel) adalah keturunan mereka yang selamat dari holocaust. Faktanya, ketika Israel didirikan, warga negaranya ”diimpor” dari berbagai belahan dunia. Jadi, lupakah mereka rasanya menjadi korban, buruan, hingga sekarang berubah menjadi orang yang menciptakan korban dan pemburu? Lupa jugakah mereka pada Talmud yang mereka baca setiap Sabbath atau bahkan setiap hari?
Gampang lupa adalah penyakit yang sudah mencemaskan, apalagi amnesia. Orang Israel agaknya perlu menulis ”Kitab Lupa Gaya Israel” seperti Milan Kundera telah menuliskan Kitab Lupa dan Gelak Tawa yang menyindir kegampanglupaan orang negerinya saat masih bernama Cekoslowakia. Etgar Keret, penulis prosa yang sedang populer di Israel, agaknya perlu juga mencontoh Kundera. Ia adalah salah seorang dari tak banyak orang Israel yang dengan terang-terangan mengecam pendudukan Israel atas Palestina.
Bagaimana bila penyakit lupa ternyata sudah diidap orang sedunia? Berapa banyak peristiwa kebengisan terhadap kemanusiaan telah kita lupakan  dengan cepat? (*)

Kolom Smilokui, Suara Merdeka, 3 Agustus 2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: