Home » Kolom SMILOKUI » ILAT TANPA BALUNG

ILAT TANPA BALUNG

SEBAGAI penggemar bistik lidah sapi, penyuka lagu campursari ”Ilat Tanpa Balung”, dan perawat beberapa lidah buaya di pot, Jon Lebay kelabakan juga saat ditanya kenapa lidah tak bertulang dan bagaimana bila lidah itu bertulang. Alih-alih menjawab, dia justru bercampursari, ”Ilat tanpa balung, wis ditulung malah menthung….”
”Plis deh, Jon, kuakui suaramu bak buluh perindu. Tapi maaf aku tak sedang ingin menikmati kehebatanmu bercampursari. Kenapa lidah…?”
Memang lidah tak bertulang/Tak terbatas kata-kata/Tinggi gunung s’ribu janji/Lain di bibir lain di hati….
Hmm, Jon pasti sedang mati lidah untuk menjawab pertanyaan itu. Pantas saja dia malah berdendang-dendang gaya Bob Tutupoli menyanyikan ”Tinggi Gunung Seribu Janji”. Tapi siapa pun yang tahu karakter Jon, jangan coba-coba bersilat lidah atau beranggar lidah atau berdebat dengannya. Dia bisa mengeluarkan jurus panjang lidah alias mengomel-ngomel.
Karena itu, saya coba mengubah pertanyaan. ”Kalau lidah tak bertulang, kenapa bisa keseleo? Bukankah yang bisa keseleo itu bagian yang ada tulangnya?”
”Salah ucap,” akhirnya Jon mau merespons, ”itu hal biasa. Kita semua pernah mengalaminya. Orang sana menamakannya slip of the tongue. Bahkan ada yang menghitung bahwa setiap hari sebagian dari kita keseleo lidah 7-22 kali. Kau tahu Froid?”
”Android?”
”Huh! Makanya banyak baca dong. Freud, Sigmund Freud, dibaca Zikmunt Froid. Ahli psikoanalisa kelahiran Freiburg Moravia yang sekarang ikut Republik Ceko.”
”Maaf Jon, kalau Republik Ceko aku cuma tahu Petr Cech, kiper yang kemungkinan mau hengkang dari Chelsea, atau gelandang Tomas Rosicky. Froid itu orang yang sering keseleo lidah, ya?”
Jon mengerenyitkan kening dan tampak hendak menyemburkan ”lidah api”-nya. Maklum, Jon itu termasuk orang yang dalam peribahasa disebut ”berlidah masin” alias selalu ingin dituruti segala perkataannya.
”Sabar, Jon. Jelaskan saja, kamu kan memang ahli tentang Andro… eh Froid!”
“Nah, gitu dong! Ahli psikoanalisa itu dalam bukunya The Psychopathology of Everyday Life (1901) menyebut keseleo lidah sebagai Fehlleistungen alias aksi keliru. Kekeseleoan lidah itu mengungkapkan sesuatu yang tak sadar baik itu pikiran, kepercayaan, keinginan, maupun motif. Intinya, yang sekian lama terepresi alias terpendam dalam alam bawah sadar itu muncul sewaktu-waktu. Paham?”
Waduh, berat amat omongan Jon. Tapi demi tidak ingin membuatnya berpanjang lidah, saya mengangguk-angguk.
”Pikiran atau keinginan terpendam di alam bawah sadar? Jon, misalkan saja aku memendam keinginan untuk berduaan dengan Angelina Jolie, dan suatu saat ketika sedang bersama istriku, tiba-tiba kubilang padanya, ‘Oh Angelina sayangku….’ Yang seperti itu?”
”Bisa, bisa! Tapi karena nama istrimu bukan Angelina, kau harus siap menderita.”
”Ya, jangan dong, Jon. Kami kan anggota ISIS, Ikatan Suami Istri Setia. Benderanya saja warna merah jambu, hehehe….”
”Ya kalau tidak ingin menderita, jaga lidahmu! Kalau kakimu keseleo, kau tinggal ke tukang pijat. Kalau lidahmu yang keseleo?”
”Ya, ke tukang pijat lidah! Eh maaf, bercanda, Jon. Intinya, bahaya bila kita keseleo lidah seperti Nurcahya Tandang, ya?”
”Siapa? Cahaya Pandang?”
Wah, kalau bukan keseleo lidah, Jon agaknya perlu memeriksakan telinganya ke dokter THT.
”Nurcahya Tandang yang bilang ‘titisan….”
”Tahu, tahu aku! Kaupikir aku tidak baca berita? Dia juga yang bilang Roro Jonggrang bikin Tangkuban Parahu dalam semalam, kan?”
Walah, kalau seperti itu sih bukan lidahnya yang keseleo melainkan otak Jon.
”Itu orang lain lagi, Jon. Nurcahya Tandang bilang dirinya keseleo lidah mau bilang ‘titipan Allah’ eh yang keluar malah ‘titisan Allah’ sementara Sekjen PKS Taufik Ridho itu orang yang bilang Roro Jonggrang membuat Tangkuban Parahu.”
”Taufik Ridho itu punya hubungan apa dengan Taufik Hidayat dan Ridho Rhoma? Lalu Roro Jonggrang itu siapa? Tangkuban Parahu itu apa?”
Kalau tak memahami gaya ngeles Jon, saya pasti stres. Karena itu, saya mesti mengikuti permainannya. ”Sudahlah Jon, ketimbang lidah kita keseleo melulu, mending kita tunggu keputusan MK saja deh!”
Kami ngakak dalam waktu bersamaan, mungkin sama seperti Anda ketika melihat beragam meme seputar Roro Jonggrang-Tangkuban Parahu di jejaring sosial.
”Sudahlah Bro, kan tak ada bukti juga yang membenarkan bahwa bukan Roro Jonggrang yang membuat Gunung Tangkuban Parahu. Siapa tahu sebelum disulap Bandung Bondowoso jadi patung di Prambanan, Roro Jonggrang ternyata Mojang Parahyangan asli dan sempat bikin gunung di sekitar tempat kelahirannya sebelum hijrah ke Klaten.”
”Setop, Jon! Setop! Kamu jangan nambah-nambahi ngarang cerita. Sudah banyak cerita yang dikarang secara ngawur di negeri ini. Tapi omong-omong, Bandung Bondowoso itu orang mana, Bandung atau Bondowoso?”
Jon tertawa dan kembali telinga saya harus ikhlas mendengarkan alunan ”Ilat Tanpa Balung” yang (maaf jangan bilang-bilang ke Jon) nadanya bikin siapa pun ingin mencari kapas penyumpal telinga. Tapi itu lebih baik ketimbang Jon Lebay mengalami keseleo lidah yang akut sebab belum ada tukang pijat khusus lidah yang bisa dimintai tolong. (*)

Kolom Smilokui, Suara Merdeka, 10 Agustus 2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: