Home » Kolom SMILOKUI » ASAL PAKAI

ASAL PAKAI

KITA sering memakai sesuatu tanpa tahu ”makna”-nya. Yang sederhana saja, misalnya kaus, atau lebih tepatnya, simbol atau gambar dalam desainnya. Itu sebabnya saya sering menggoda seseorang bahwa daripada memakai yang tak diketahui, lebih baik dia mencopot kausnya. Reaksinya? Tentu bisa kita tebak: bila tidak manyun, maka dia akan menyergah, ”Enak saja!”
Tentu saja ada orang-orang yang begitu mendewakan simbol atau logo atau merek benda-benda yang mereka pakai. Seorang kawan saya itu liverpudlian sejati dan ketika nonton bola di kafe, meski yang main Chelsea lawan Manchester City, dia tetap asoi-asoi saja memakai jersey Liverpool. Beberapa kawan lain bahkan menolak baju atau kaus atau celana selain yang berwarna hitam. Bila ditanya, dia langsung mengeluarkan teori-teori spiritualitas yang sering tak bisa saya pahami.
Ya bolehlah, orang-orang semacam itu bukan golongan yang asal pakai. Mereka memaknainya. Setidak-tidak mereka akan siap berargumentasi atau berdalih bila bertemu orang iseng seperti saya yang suka menggoda orang-orang yang asal pakai, hehehe…. Padahal jujur saja, saya hanya iseng. Bila godaan itu bisa membuat mereka selalu memaknai apa saja yang mereka pakai, makan, minum, atau apa saja, ya alhamdulillah sekali.
Keisengan saya tentu saja pernah memakan korban. Suatu ketika, seorang kawan memakai kaus bergambar kaligrafi Arab dalam desain lingkaran yang bagus. Dia agak bangga ketika memakainya. Lebih-lebih, kata dia, kaus itu oleh-oleh kerabatnya yang baru saja umrah dan berkeliling Timur Tengah dan Turki.
Saya bertanya pada kawan itu makna kaligrafi tersebut. Dia menggeleng. Saya berusaha membaca kaligrafi itu lantaran saya selalu penasaran pada ekspresi yang ingin diungkapkan pendesain kaus. Sebelum Anda keliru menilai dan saya bisa besar kepala, saya tegaskan: saya tidak mahir berbahasa Arab. Hanya sedikit kosakata dari zaman belajar di madrasah dinniyah. Karena itu, dengan tidak terlalu mantap, saya bilang, ”Kayaknya kaligrafi ini Doa Bapa Kami dalam bahasa Arab, Bro.”
Ya, meski bukan penganut kristiani, saya hafal bunyi doa itu dan itulah yang tercetak di kaus teman saya. Sang teman syok. Sebagai teman yang baik, saya menghiburnya dengan anekdot tentang kuli-kuli dari Yaman di Jedah yang dianggap kiai mumpuni oleh jemaah haji dari Indonesia lantaran fasih berbahasa Arab. ”Bisa saja saya keliru. Tapi nanti bolehlah dicek di Google, kalau ada. Lagi pula, isi doa di kaus itu juga bagus kok. Santai saja, Bro. Kau tak sendiri kok, sebab banyak orang kita yang yakin bahwa semua tulisan dengan huruf Arab itu dicuplik dari Alquran dan Hadits.” Ahai, rupanya saya bukan pelipur yang baik sebab dia bertambah syok dan manyun.
Beberapa hari kemudian, ketika bertemu kembali, saya goda dia lagi mengenai kaus itu. Dengan ketus dia menjawab, ”Sudah dimuseumkan!” Wah, sayang sekali, padahal kaus itu bagus sekali, dan saya tak akan menolak bila dihibahi, hehehe….

***

TAK cuma pakaian yang kita kenakan, kata-kata juga sering sekali asal kita cuapkan tanpa kita ketahui asal-usulnya. Tentu saja itu bukan perkara yang perlu dibesar-besarkan. Untuk berkomunikasi dengan bahasa, kita juga tak perlu harus jadi ahli bahasa dulu. Tapi menurut saya, pasti lebih afdal berbahasa dengan mengetahui segala hal yang berkaitan dengannya.
Jadi, dalam banyak kesempatan saya akan selalu jadi penggoda, lebih-lebih bila forumnya berkaitan dengan kebahasaan. Saat mengawali semester, perkuliahan jurnalistik dan penyuntingan, setelah taaruf sebentar, saya bilang, ”Kedua mata kuliah ini membutuhkan kemampuan berbahasa yang ciamik. Tapi saya tidak yakin kalian sudah menguasainya bila menyebutkan nama-nama hari saja kalian belum bisa.”
Kelas tegang sesaat. Beberapa mahasiswa terlihat mengernyitkan kening. Saya tersenyum membayangkan mereka membatin, ”Ini orang belum apa-apa sudah sombong betul. Kalau cuma nama hari, anak playgroup juga tahu, Bapaaaak….”
Lalu, salah seorang saya minta mengucapkan nama-nama hari. Lancar. Juga saya tanya asal bahasanya. ”Arab.” Saya tersenyum dan bilang, ”Oke, itu berasal dari angka-angka bahasa Arab. Lantas kenapa ada Minggu, bukannya Ahad? Lantas kenapa Jumat bukan Sitatun (enam)?”
Tak ada yang menjawab. Singkatnya, saya jelaskan bahwa Minggu dari bahasa Portugis Domingo (yang artinya Hari Tuhan) dan Jumat dipilih karena kata itu muncul dalam Alquran. Tentu saja, saya lengkapi penjelasan itu dengan kisah sejarah kedatangan Portugal yang singkat ke Indonesia dan meninggalkan beberapa kosakata.
”Nah, mulai sekarang malam mingguan kalian sedikit lebih bermakna setelah tahu asul-usul kata Minggu. Dan yang terpenting, kalian sudah bisa menghitung hari, tidak cuma Krisdayanti doang….”
Tapi apakah keisengan saya selalu mujarab? Tidak, dong. Banyak kok yang menjawab begini: ”Alah, makan ya tinggal makan, baju ya tinggal pakai, gitu aja kok repot….” (*)

Kolom Smilokui, Suara Merdeka, 24 November 2013


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: