Home » Kolom SMILOKUI » RATU

RATU

”BAGAIMANA tidak besar kekuasaannya, tidak bikin dinasti, wong di depan namanya saja ada sebutan Ratu. Pasti dia menggelari sendiri sebutan itu,” ujar seorang teman saya yang ikut gemas mencermati perbincangan ramai perihal Ratu Atut Chosiyah.
”Berarti Banten bukan provinsi melainkan kerajaan, dong?” tanya saya.
”Bisa jadi.”
”Kalau begitu, Rano Karno itu mahapatih, dong?”
”Bisa jadi.”
Haha, Mahapatih Rano Karno Si Doel Si Tukang Ingsinyur…. Tapi ups, kalau mengikuti logika pemikirannya, saya bakal bingung sendiri. Umumnya, patih atau mahapatih itu pelaksana pemerintahan suatu kerajaan. Tapi bukankah Rano Karno sempat mengeluhkan ketiadaan ”tugas” sampai-sampai curhat hendak mengundurkan diri?
Benar sekali, Banten pernah menjadi wilayah kerajaan. Itu pun berbentuk kesultanan yang dipimpin seorang sultan. Dan tak pernah ada sultan berjenis kelamin perempuan. Faktanya, Kesultanan Banten resmi dihapuskan pada 1813 oleh pemerintah kolonial Inggris. Pada tahun itu, Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin dilucuti dan dipaksa turun takhta oleh Thomas Stamford Raffles.
Konon, orang-orang Banten yang masih punya garis keturunan dari keluarga Kesultanan Banten berhak menyandar gelar Ratu untuk yang perempuan dan Tubagus untuk yang lelaki. Benarkah Ratu Atut Chosiyah masih punya darah biru Kesultanan Banten? Maaf, saya tidak bisa menjawab lantaran saya tak pernah mengenal keluarga Tubagus Chasan Sochib, ayah Ratu Atut itu….
”Tapi kalau melihat saudara dan orang yang punya hubungan keluarga dengannya jadi penguasa di hampir semua wilayah Banten, apa itu tidak mirip cara para penguasa kerajaan?” tanyanya sambil nggeblas.
Namanya juga diskusi tidak resmi, jadi dia bebas berlalu begitu saja seperti angin lalu. Padahal, saya sangat ingin mengatakan padanya bahwa ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemimpinnya adalah presiden yang sekarang ini adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bukan Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Susilo Bambang Yudhoyono.
Di NKRI, benar sekali masih kita jumpai banyak raja. Keraton-keraton di Nusantara juga masih hidup, tapi tidak lagi memiliki kekuasaan politik. Memang ada satu raja yang memiliki kekuasaan politik. Namanya Sri Sultan Hamengkubuwono X. Tapi harus kita catat besar-besar, kekuasaan politiknya bukan sebagai Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat melainkan sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jelas berbeda dengan di Banten yang sejak Mister Raffles bilang, ”No more king,” tak pernah ada sultan di sana. La wong sebagai provinsi saja baru satu dekade lebih sedikit, kok.

***

JADI, sudah lama sekali kita tak mengenal raja yang ucapannya adalah hukum. Bahkan, bila anak sekolah ditanya siapa Raja Ubud di Bali atau Raja Kutai di Kalimantan Timur, mungkin mereka tak bisa menjawab lantaran tak ada dalam buku pelajaran.
Itu berbeda bila ditanya siapa Raja Dangdut, mungkin dengan sigap mereka menjawab, ”Bang Haji….” Atau, kalau ditanya siapa Raja Minyak, dengan cekatan mereka berseru, ”Bang Poltak!”
Begitu juga ratu, tidak hanya Ratu Atut saja yang kita kenal. Ada banyak ratu yang tidak memiliki wilayah kekuasaan. Sebut saja, dulu ada Ratu untuk menyebut ternyata Maia Estianty dan Pinkan Mambo sebelum yang terakhir diganti Mulan Kwok (yang berganti nama lagi menjadi Mulan Jameela).
Ada juga Ratu Felisha yang artis sinetron dan sepengetahuan saya, bahkan peran ”ratu” pun tak pernah dia mainkan. Belum lagi Ratu Rita yang istri Akil Mochtar dan ”terpaksa” ikut populer lantaran kasus rasuah suaminya. Belum lagi Ratu Tatu Chasanah yang adik Atut dan ”hanya” menjadi Wakil Bupati Serang, yang kalau pada zaman kerajaan barangkali pangkatnya hanya Tumenggung.
Lagi pula, sekarang ini, untuk menciptakan ratu itu mudah sekali. Anda yang tengah menantikan kelahiran anak, begitu lahir, namakan saja dia Ratu, baik untuk cowok atau cewek. Sebab, dalam konteks Indonesia, khususnya Jawa, lelaki penguasa suatu kerajaan pun sering menyebut dirinya ratu seperti Ratu Boko. Sudah banyak teman saya yang memiliki anak bernama Ratu. Dan kalau ingin membuka usaha tertentu, Anda juga bisa bikin misalnya Ratu Pecel atau Ratu Goyang Lidah.
Tapi, meskipun berkesan tidak bertanggung jawab alias tinggal glanggang colong playu, dengan melemparkan topik soal Ratu Atut, teman saya itu kemungkinan ingin mengatakan bahwa feodalisme masih mewarnai pola kehidupan kita, dalam semua aspek. Kita bisa saja sudah piawai bergawai (gadget) kelas mahal, tapi cara berpikir kita masih feodal. Jadi, kalau kita misalnya jadi kepala desa, ya perangkat desanya saudara atau keluarga atau orang-orang yang menjadi tim sukses kemenangan kita menjadi ”raja desa”.
Kalau benar itu maksud teman saya, tolong tidak bilang kepadanya bahwa sebenarnya saya selalu mengharapkan kehadiran ”ratu”, maksud saya ”ora tuku” alias yang gratisan alias gretongan…. (*)

Kolom Smilokui, Suara Merdeka, 20 Oktober 2013


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: