Home » Kolom SMILOKUI » DUNIA (TANPA) PENCURI

DUNIA (TANPA) PENCURI

ANDAIKAN saja Anda punya tetangga-tetangga yang Anda kenal dengan baik. Tetangga sebelah kiri rumah Anda adalah keluarga yang menyenangkan dalam pergaulan. Yang lelaki tak hanya ramah, tapi juga aktif pada semua kegiatan kampung. Ia selalu ikut kerja bakti, dikenal sangat dermawan, penggerak kegiatan remaja di masjid, dan sesekali mengisi khotbah Jumat.
Istrinya pun punya reputasi bagus. Dia sering nangga, tak pernah bergunjing, dan sesekali datang sembari membawa penganan tertentu.
Tak sekali pun Anda mendengar suami-istri itu bertengkar. Anak-anak mereka pun baik, dan santun kepada orang tua. Singkatnya, Anda meyakini tetangga di kiri rumah itu keluarga yang sakinah mawadah warakhmah.
Tetangga di kanan rumah dan di sekitarnya pun tak berbeda. Intinya, Anda merasa berada dalam lingkungan yang baik, berada di antara orang-orang yang baik secara sosial.
Lantas, pada suatu hari, suami di kiri rumah Anda ditahan karena kasus penggelapan uang di kantornya. Tetangga di kanan rumah pun mengalami nasib serupa. Suaminya dicokok petugas hukum lantaran menyuap seorang pejabat pemerintah. Dua tetangga lain juga berurusan dengan kasus pidana tertentu.
Apakah lantas keyakinan Anda dalam memandang kebaikan para tetangga itu goyah? Bisa jadi.
Ilustrasi di atas hanyalah pengandaian. Jadi, Anda masih bisa bersyukur bahwa Anda masih bisa yakin adanya orang-orang baik di sekitar kehidupan Anda. Tapi sebut beberapa saja, kasus Dhana Widyatmika, Profesor Rudi Rubiandini, dan yang terbaru, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar bukan pengandaian. Kenyataan bahwa ketiganya menjadi pesakitan KPK adalah kejutan bagi orang-orang yang mengenalnya. Kejutan yang memungkinkan seseorang jadi goyah kepercayaan terhadap dunia yang berisi orang-orang baik.

***

YA, Dhana bagi para tetangganya adalah lelaki baik, bahkan hampir berkategori ”suci”. Ia ramah dan aktif di masjid. Semasa ibunya hidup, dia benar-benar mengamalkan ajaran al-jannatu takhta aqdamil ummahat (surga itu terletak di kaki ibu). Saat ibunya sakit berat, dia merawatnya benar-benar dan pernah memakai kedua tangannya untuk menadah kotoran sang ibu. Majalah Tarbawi yang menuliskan profilnya menyebut Dhana sebagai Lelaki di Pintu Surga. Tapi lantas kita tahu, lelaki yang calon ”ahli surga” itu dipenjarakan atas tindakannya menggelapkan pajak dan melakukan pencucian uang.
Profesor Rudi juga akademikus brilian yang dikenal memiliki integritas pribadi yang dahsyat. Dia ilmuwan yang bersih. Masyarakat boleh bangga memasrahkan anak mereka untuk dibuat pintar oleh para profesor sebagus Prof Rudi. Tapi lantas kebanggaan itu mungkin saja musnah begitu tahu, akademikus bersih itu tak tahan godaan ketika memiliki jabatan alias kekuasaan.
Kejutan sekaligus suatu tragikomedi dalam penegakan hukum di Indonesia adalah cerita penahanan Akil Mochtar. Sebagai Ketua MK, ia adalah pengadil pada lembaga hukum level atas. Bagaimana jadinya bila pengadil jajaran top ternyata lancung?

***

TIDAK lumrahkah bila keyakinan kita akan dunia yang baik itu menjadi goyah? Tidak lumrahkah bila kita jadi nihilis dan memandang bahwa orang-orang baik sudah tak ada lagi?
Saya percaya bahwa di dunia ini masih banyak orang-orang baik. Saya menyukai gagasan akhir dalam novel O Demonio e a srta Prym (Iblis dan Nona Prym) karya Paulo Coelho, bahwa kebaikan (yang masih ada) selalu mengalahkan kejahatan.
Coelho menceritakan kedatangan orang asing ke suatu dusun di Viscos, bagian barat daya Prancis, yang dihuni penganut Katolik taat, keturunan bangsa Keltik. Di dua tempat terpisah, si orang asing menimbun sebelas emas batangan: 10 di satu lubang dan satu di lubang lain.
Lelaki itu memperlihatkan emas-emas itu pada Non Prym. ”Ceritakan soal emas batangan ini pada semua orang dusun,” ujar si lelaki, ”Mereka bisa memilikinya asal mereka mau melanggar satu saja dari 10 Perintah Tuhan. Saya ingin mereka melanggar larangan membunuh. Saya beri waktu tujuh hari.”
”Kenapa kau melakukan itu?” tanya Nona Prym.
”Aku ingin membuktikan bahwa ketika dihadapkan pada godaan, kita selalu kalah. Kalau diberi kesempatan, semua orang di dunia ini akan melakukan suatu kejahatan.”
Memang akhirnya penduduk Viscos memutuskan untuk membunuh Bertha, perempuan tua yang menyendiri. Tapi Coelho melakukan pemihakan. Bertha tak jadi dibunuh, dan Nona Prym berhasil membuat si lelaki asing mengakui bahwa masih ada orang-orang yang kuat terhadap godaan.
Hanya saja, susul-menyusulnya orang-orang yang sebelumnya ”tampak baik” menjadi tersangka KPK, kita bisa saja menganggap gagasan Coelho itu hanya ada dalam dunia imajiner. Dalam dunia nyata, kita hanya mirip Sha Gen, remaja dusun di China yang memandang semua orang itu baik, remaja yang yakin hidup di dalam dunia tanpa pencuridalam film A World Without Thieves karya sutradara Feng Xiaogang.
Bagi dia, dunia di luar dirinya boleh saja karut-marut dan silang sekarut, penuh pencuri, asal dia bisa tetap bermimpi berada di dunia yang penuh orang baik. Sayang sekali, suatu hari dia pun harus bangun. (*)

Kolom Smilokui, Suara Merdeka, 6 oktober 2013


1 Comment

  1. Nurul Hikmah Sofyan says:

    alhamdulillah semenjak membaca blog ini, perbendaharaan kata saya meningkat, maklum masih muda, bacaan dan pengetahuan masih sedikit,, terima kasih banyak Pak Saroni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: