Home » Kolom SMILOKUI » VICKYSISASI

VICKYSISASI

TAHUKAH Anda bahwa singkatan DPR itu bukan Dewan Perwakilan Rakyat melainkan dot prestation ratio? Lantas, di DPR itu ada Fraksi Ekonomi Bisnis yang punya nama lain Fraksi Arsalar atau Kalam Sahero.
Bingung atau bahkan ingin menyangkal? Baiklah, coba simak yang ini: ”Syarat untuk menjadi anggota DPR adalah suatu ketetapan kejujuran untuk mempunyai motivation perfect, suatu work ego perasaan yang mempunyai welas asih dalam sosial.”
Atau, ini: ”Syarat-syarat untuk menjadi presiden adalah mempunyai suatu nilai awal kecerdasan dan kejujuran yang seperti suatu lux electrolux, mempunyai suatu pasang surut, suatu melodi kontinyu dan kebutuhan sehari-hari.”
Waduh, maaf Pembaca, bila Anda geregetan membaca rangkaian kalimat-kalimat itu, tolong tidak cemberut dahulu kepada saya. Saya hanya mentranskripsikan ucapan Toni Blank. Yang belum kenal atau sudah lupa, baiklah saya ingatkan.
Sewaktu mengucapkan semua itu, Toni Edi Suryanto adalah penghuni panti sosial di Yogyakarta yang konon mengalami skizofrenia. Oleh tim kreatif X-Code Film, dia diwawancari dalam sorotan kamera mengenai pelbagai persoalan baik politik, olahraga, maupun seni.
Videonya lantas diunggah di Youtube pada 2010 dan sudah bikin ngakak jutaan pemirsanya. Bahkan, saya sangat yakin, yang tidak ngakak saat menonton aksi Toni lengkap dengan salam khasnya jadi ”Separatoz”, agaknya perlu menemui seorang psikiater. Toni lantas mendadak jadi selebritas di Youtube dan ”diidolakan” siapa saja yang ingin ngakak sejenak.
Tapi alih-alih ngakak, banyak orang justru tertempelak ketika menyaksikan infotainment yang menayangkan jawaban seseorang yang juga ”mendadak seleb”. Dia mendadak pesohor lantaran (saat itu) bertunangan dengan Zaskia Gotik, pedangdut tersohor dengan gaya goyang selingkung (khas) mirip gerakan itik. Anda sudah tahu, namanya Hendrianto bin Hermanto yang punya nama alias beberapa: Vicky Prasetyo, Hendrik, dan Erick.
Biar adil dengan Toni, dan siapa tahu sekarang Anda sudah bisa ngakak, saya transkripsikan juga jawaban Vicky: ”Di usiaku  ini, twenty nine my age, aku masih merindukan apresiasi karena basically, aku senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya…. Kita belajar, apa ya, harmonisisasi dari hal terkecil sampai terbesar. Aku pikir kita enggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan kudeta apa yang kita menjadi keinginan. Dengan adanya hubungan ini, bukan mempertakut, bukan mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia, tapi menjadi confident. Tapi kita harus mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik dan aku sangat bangga….” (Beberapa kata dan ungkapan sengaja saya buat dalam italik)

***

YA, Anda tak harus jadi pakar bahasa untuk risih mendengar kalimat-kalimat seperti yang diucapkan Tony dan Vicky. Untuk Toni, kita memang langsung maklum, sebab bagaimanapun juga sang Separatoz adalah pengidap gangguan kejiwaan. Tapi kepada Vicky, lelaki yang sempat bisa menaklukkan pedangdut yang lagi naik daun, yang kata ibunya (Ema Fauziah) itu lelaki tampan dan punya banyak kebisaan?
Bagaimana bila sebenarnya Vicky juga butuh rehabilitasi di panti sosial atau setidak-tidaknya dalam pengawasan psikiater? Ya, bagaimana bila dia mengalami hal serupa Toni?
Entahlah, tapi saya ngakak juga saat menonton cuplikan video kampanye Vicky saat mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Karang Asih, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

My name is Hendrianto. I am froms the birthday in Karang Asih city. I have to my mind. I have to my said. I’m get to good everything. If wanna come investor come to my place, America, Europe, and everything Japanese and Asia, I’am ready for the they have. I wanna give to the fresh and glory for my people. It is Indonesia Satu Karang Asih yang maju cerdas dan berakidah.”
Dalam video berdurasi 26 detik itu, pidato berbahasa Inggris Vicky ucapkan secara berapi-api, sangat atraktif, dan sangat percaya diri. Di belakangnya duduk dua orang lelaki berpeci. Komentar atas video tersebut antara lain mengungkapkan kemungkinan bahwa kedua lelaki berpeci itu tidak memahami pidato itu. Mungkin. Andai pun diucapkan di hadapan Wayne Rooney, pesepakbola itu mungkin bakal buru-buru membuka kamus, dan sangat mungkin berpikir bahwa bahasa ibunya telah sangat ”canggih” sehingga dia merasa rugi selama ini hanya mengurusi si kulit bundar.
Lantas ”Vickysisasi” ramai digunjingkan. Lantaran kita tidak suka gemas tanpa pelampiasan, bermunculan video yang memarodikan ”bahasa sok intelek Vicky” itu.
Nah, ucapan Toni Blank bolehlah kita jadikan hanya bahan pemicu ngakak. Mari lupakan juga ”Vickysisasi”. Buah lisan mereka boleh kita jadikan ajang gokil-gokilan saja.
Mari lihat ke sekitar kita, kerap benar kita jumpai spanduk atau baliho yang ingin keminggris alias keinggris-inggrisan tapi lupa bahwa bahasa itu juga punya kaidah penulisan. Atau, coba dengar pidato para pejabat, pemimpin petahana atau calon petahana yang juga sering pakai kalimat canggih. Bila pun kalimatnya berkaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, buah lisan mereka harus dianggap bukan sesuatu yang blank seperti milik Toni, atau cukup diparodikan seperti punya Vicky. Kalau sama, berarti kita butuh begitu banyak psikater. Waduh! (*)

Kolom Smilokui, Suara Merdeka, 15 September 2013


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: