Home » Kolom Lain-lain » Kaus yang Menghibur

Kaus yang Menghibur

KEMUNCULAN kaus oblong konon dikenalkan oleh tentara Inggris pada sekitar abad ke-19 sebagai ‘’baju latihan.’’ Ketika jenis pakaian itu dipakai di luar aktivitas latihan militer, muncul penolakan. Itu bukan busana pantas pakai. Bahkan ketika Marlon Brando berkaus oblon saat memerankan Stanley Kowalsky dalam pentas teater A Street Named Desire karya Tenesse William di Broadway, AS, sebagian penonton memprotesnya. Selanjutnya, kaus oblong lalu sangat populer, dan dalam perkembangannya diidentikkan sebagai busana kasual anak muda.

Tak hanya itu, seperti jenis pakaian lain, kaus yang awalnya berfungsi sebagai peranti bersandang atau berbusana mulai memiliki fungsi beragam, khususnya sebagai medium berekspresi. Dalam hal ini, kaus menjadi medium untuk menunjukkan identitas pemakainya. Dan ketika sebagian besar kaus memiliki desain hampir serupa, ekspresi itu ditunjukkan lewat keberagaman ragam hias atau desain visual yang ada pada kain kaus. Singkatnya, salah satu tengara untuk mengetahui identitas seseorang adalah dengan melihat ‘’gambar’’ pada kaus yang dikenakannya. Saat flower generations atau generasi hippies muncul, simbol-simbol mereka ‘’tumpah-ruah’’ pada kaus yang mereka kenakan.

Begitu pula ketika gaya pop-art Andy Warhol mengemuka, ragam hias warholian mendominasi desain kaus. Jadi, bolehlah disebut ‘’kau adalah kaus apa yang kaukenakan’’.

***

FUNGSI kaus oblong selanjutnya tak hanya peneguh identitas ketika ia juga memiliki daya menghibur. Maksudnya, sepotong kaus yang dikenakan seseorang tak hanya menyenangkan si pemakai, tapi juga membuat orang yang melihatnya terhibur. Jenis kaus yang berdaya seperti ini boleh dirujukkan saat Dagadu muncul pada 1994 di Yogyakarta.

Pada awal kemunculannya, Dagadu sangat populer di kalangan anak muda, khususnya mahasiswa sebab kalangan itu memang yang jadi sasaran. Tapi selanjutnya masyarakat umum pun dengan nyaman memakai kaus-kaus yang didominasi desain dengan ragam hias dan teks yang slengekan, membanyol, penuh sindiran halus lewat kata atau kalimat plesetan.

Ya, kaus Dagadu tak lagi hanya berfungsi sebagai sandangan si pemakai, tapi bisa menjadi semacam lembaran kartun atau karikatur di koran atau kata-kata humor di buku bagi orang lain. Itulah yang saya katakan bahwa kaus berfungsi sebagai sarana hiburan. Dan siapa yang tak ingin dihibur?

Daya menghibur Dagadu itu barangkali yang menjadi salah satu faktor kepopulerannya. Wajar saja lalu jenis kaus serupa bermunculan. Joger di Bali yang sebenarnya telah berproduksi belasan tahun sebelum Dagadu pun mulai menjadikan kata-kata sebagai unsur utama ragam hias kaus produksinya. Joger bahkan menyebut diri sebagai ‘’pabrik kata-kata’’.

‘’Pemberontakan’’ ala Dagadu, Joger, dan kawan-kawannya menyadarkan kita bahwa identitas yang dimunculkan lewat kaus yang dipakai seseorang tak harus bersifat kaku. Bahkan, sekarang ini, kaus-kaus yang secara langsung sebagai alat promosi pariwisata misalnya memiliki desain yang lebih dinamis.

Dinamika seperti itu, lebih-lebih bila dilengkapi kreativitas semodel Dagadu, bakal sangat menghibur si pemakai dan orang yang melihatnya. Kalau gaya dinamis itu dipakai, misalnya dalam pembuatan kaus partai atau kampanye kepala daerah, mungkin bisa punya efek menghibur. Dan mungkin pula setiap orang mau memakainya tanpa harus merasa menjadi partisan atau tim sukses seorang calon kepala daerah tertentu. (*)

(Laporan Utama, Suara Merdeka, 17 Februari 2013)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: