Home » Kolom Epilude » SESEKALI JADI PECUNDANG

SESEKALI JADI PECUNDANG

LELAKI mungil dan pemalu dari Rosario Argentina itu hero buat Barcelona dan semua pendukung klub sepak bola dari Catalan itu. Namanya Lionel Messi.
Kata Inggris hero berasal dari bahasa Latin ”heros” (dari bahasa Yunani Kuno ”heros” yang bermakna ”setengah dewa”). Dalam mitologi Yunani, sosok setengah dewa atau titan hampir selalu jadi pahlawan bagi manusia. Sosoknya diandalkan untuk kepentingan manusia saat berhadapan dengan dewa-dewa. Tak jarang, ada titantitan yang rela menderita demi kebahagiaan manusia. Prometheus misalnya, harus rela dirantai di sebuah karang lantaran mencuri api dewa untuk kehidupan manusia. Tak hanya dirantai, seekor elang besar selalu mematuk hatinya setiap hari. Setiap kali hati itu dipatuk, ia tumbuh lagi untuk terus jadi mainan si elang.
Kita menerjemahkan hero menjadi ”pahlawan”. Kata itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta ”phalawan” atau orang yang menghasilkan buah. Dalam KBBI, ”pahlawan” adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.
Kenapa saya sebutkan begitu banyak bahasa hanya untuk sebuah konsep kepahlawanan? Sebab, kerinduan akan sosok pahlawan adalah kerinduan kemanusiaan secara universal. Kita memang membutuhkan sosok pahlawan, dan kalau mungkin superhero (pahlawan super). Kalau sosok itu tak ada di dunia nyata, kita mengundangnya dari dunia imajiner. Dari mitologi Yunani, selain Prometheus, kita memuja Herakles (atau Herkules menurut mitologi Romawi), atau Perseus yang kiprahnya bisa disaksikan dalam film Wrath of the Titans. Dari dunia Barat, superhero datang dari komik ciptaan DC Comics macam Superman, atau dari Marvel macam Spider-man. Dari negeri sendiri (meski berasal dari India), kita punya Gatotkaca.

***

DAN kita selalu menuntut banyak hal dari para pahlawan. Kita ”mengharuskan” mereka kuat, mampu menyelesaikan segala per
soalan, dan tak terkalahkan. Dalam urusan sepak bola, Messi itu pesepak bola yang tak hanya hebat tapi superhebat sehingga kita sering menyebutnya ”anak dari planet lain”. Ya, semacam manusia setengah dewa, semacam titan.
Itu sebabnya, Barcelona atau siapa pun yang mempahlawankan Messi, tak ingin melihatnya loyo, murung, gagal mencetak gol, gagal mengeksekusi penalti. Messi tak boleh gagal. Dan ketika dia gagal membawa Barcelona menaklukkan Chelsea pada semifinal Liga Champion 20112012, dunia seperti runtuh.
Tak bolehkah seorang pahlawan mengalami kegagalan? Adakah sosok yang tak pernah kalah? Jangankan dari kehidupan nyata, dalam fiksi pun kita kesulitan menemukannya. Dalam fiksi, kita punya Gatotkaca yang hebat, kuat, dan sakti mandraguna. Bahkan, untuk memperkuat karakternya, kita menggambarkannya ”berotot kawat bertulang besi”. Kalau dia pemain sepak bola, mungkin dia bisa begitu bebas menggiring bola dan bikin gol. Jago tekel paling beringas pun bakal pikir-pikir untuk merebut bola dari kakinya. Sekali meleset, kaki si penekel bisa patah tulang menggares si tulang besi.
Bahkan, kiper lawan pun akan bersoja takzim sambil berkata, ”Silakan Tuan Gatot bikin gol sesuka hati Tuan….” Andai Gatotkaca itu sosok nyata di antara pemain Timnas kita, Indonesia selalu juara pada setiap ajang Piala Dunia. Orang di dunia hanya akan menyebut nama Gatotkaca, bukan Messi. Tapi Gatotkaca, yang saat ingusan bisa membantai raksasa buas macam Pracona dan Sekipu, yang bahkan senjata Cakra andalan Kresna pun tak bisa melukainya, tetap tak bisa sendirian memenangkan Pandawa melawan Kurawa. Dia bahkan mati tragis oleh Wijayandanu milik Karna.
Ya, sosok yang bisa terbang, berotot kawat, dan bertulang besi saja tak bisa sendirian menjadi pahlawan, apalagi Messi yang mungil, berdarah dan berdaging selayaknya manusia biasa. Dia tak bisa memenangkan Barca seorang diri. Dan saya yakin, Messi bisa bosan selalu jadi pemenang. Seperti kita, dia juga butuh sesekali jadi pecundang.(*)

masih Epilude, Suara Merdeka, 29 April 2012


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: