Home » Kolom Epilude » KACAR-KUCUR

KACAR-KUCUR

PEDANGDUT Selfi ”KDI”menggugat cerai suaminya, rapper Iwa K. Lantaran sudah terlalu sering kisah seorang artis bercerai dari pasangannya, gugatan itu mungkin hanya berita biasa saja. Tapi sebiasa apa pun kisah seorang artis tetaplah punya daya membuat kita, terutama penyuka (kalau bukan pecandu) gosip artis atau infotainment, untuk tertarik menelisik lebih jauh.
Hampir lima tahun berumah tangga, Selfi-Iwa K dikenal sebagai pasangan mesra, harmonis, dan jauh dari isu buruk. Lebih-lebih ketika mereka menabalkan diri membentuk duet penyanyi Yin Yang. Dalam filosofi China, yin-yang adalah konsep tentang harmoni atau kesetimbangan. Ia merupakan sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan di dunia ini dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain. Ketika diterapkan pada pasangan laki-laki dan perempuan, yin itu feminin dan yang bersifat maskulin.
Benar, dari nama Yin Yang, kita tahu bahwa mereka ingin selalu berada dalam suatu harmoni. Begitu pula lagu mereka bertajuk ”Tak Terpisahkan” (sekaligus dijadikan nama album) bisa kita anggap itu suara batin mereka yang tak ingin berpisah selama-lamanya sebagai suami-istri. Di antara bejibun kisah kawin cerai artis, keharmonisan mereka bisa menjadi pelipur. Mereka bisa menjadi perkecualian yang manis.
Lalu muncul gugatan cerai itu, dan sebagian dari kita bertanya-tanya: ”Pasangan yang selama ini tampak harmonis, kenapa bisa bercerai?” Ketika beberapa teman menggunjingkan kasus tersebut sambil melontarkan pertanyaan serupa, secara bersoloroh saya bilang, ”Kalau mereka bisa menikah, tentu saja bisa pula bercerai.” Selorohan saya membuat mereka kecut hati. Lalu dengan gaya sok tahu kisah para artis, saya mengingatkan mereka akan kisah Dewi Yull dan Ray Sahetapi pada 2004.
Mereka bercerai setelah 23 tahun berumah tangga tanpa sedikit pun pernah terbetik cerita ketidakharmonisan di antara mereka.

***

YA, siapa pun yang sudah menikah tak akan terbebas dari ancaman perceraian. Ini mungkin sebuah sikap pesimistis, tapi kenya taannya begitu, bukan? Tapi yakinlah, siapa pun yang membuhulkan diri dalam tali pernikahan tak pernah mengangankan suatu hari akan bercerai dari suami atau istrinya. Mereka pasti ingin hidup lama sampai kakek-nenek, tetap sebagai pasangan suami-istri.
Apalagi dalam keyakinan apa pun, perceraian dua orang yang terikat pernikahan sebisa mungkin dihindari. Dalam Islam, perceraian itu sesuatu yang dihalalkan tapi dibenci Allah. Begitu pula, dalam penahbisan pernikahan kristiani, mempelai selalu dikutipkan Matius 19:6 yang berbunyi: ’’Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan manusia.’’Bahkan, Buku Doa Umum pemeluk Anglikan mensyaratkan mempelai mengucap janji ’’till death do us part (sampai maut memisahkan kita)’’ dalam bagian liturgi perkawinan mereka.
Saya tahu, mempertahankan sebuah perkawinan bukan perkara mudah. Maka, saya sangat mengagumi pasangan-pasangan yang telah bisa merayakan perkawinan perak, perkawinan emas, atau bahkan perkawinan platinum mereka.
Saya jadi ingat konsep kacar-kucur yang dilontarkan Budiarjo.
Saat itu tahun 2002, dan dia tengah merayakan perkawinan ke-60 dengan Siti Sudiati. ’’Kita harus setia pada pasangan kita, istri kita. Istrilah tempat kita kacar-kucur.’’ Itu jawabannya saat saya tanya resep melanggengkan pernikahan.
Istilah apa pula itu? ’’Istri itu tempat menyebarkan benih kita dan lahirlah anak-anak kita. Lebih dari itu, istilah itu adalah simbol kesetiaan suami terhadap istri.’’ Konsep itu agak berkesan patriarkhis, tapi dengar saja konsep jitu Opa Budiarjo: ’’Camkan dua hal ini. Pertama, saling pengertian antara suami dan istri. Berat-susahnya dipikul bersama. Kedua, perbedaan antara suami dan istri harus dianggap sebagai sesuatu yang saling mengisi satu sama lain.’’

Saya tahu, kedua konsep itu mudah diucapkan, tapi sangat sulit diwujudkan. Tapi kalau Opa Budiarjo dan Oma Sudiati bisa mewujudkannya, pasti ada di antara kita yang bakal sanggup juga. (*)

masih Epilude, Suara Merdeka, 22 April 2012


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: