Home » Kolom Epilude » BUKAN DONGENGAN, JUPE!

BUKAN DONGENGAN, JUPE!

“RASANYA, aku itu jatuh cinta setiap hari pada Gaston. Aku selalu bahagia banget ketika bersamanya,“ ujar Yuli Rachmawati alias Julia Perez aka Jupe dalam suatu tayangan televisi.
Begitu ekspresif, begitu romantis. Pasti dunia penuh pelangi bila kita bisa jatuh cinta pada orang yang sama setiap hari. Dan begitulah, sudah lama kita jadi saksi persekasihan Jupe-Gaston yang bak dalam dongengan HC Andersen. Bila pengarang Denmark itu masih hidup, dia mungkin akan menulis dongeng yang di pengujung cerita tertulis begini: Putri Jupe dengan gaun pengantin indahnya sudah menunggu Pangeran Gaston di jendela balkon kamarnya. Beberapa saat kemudian, dengan menunggang kuda putih, Pangeran Gaston datang dan membawanya pergi. Dan mereka hidup bersama dalam kebahagiaan selamanya….
”Setiap wanita punya angan-angan, pangerannya naik kuda putih, jalani hidup bersama mengarungi bahtera kehidupan ini,” begitu kata Jupe.
Ya, hidup pelantun Jupe ”Belah Duren” tampaknya bakal benar-benar seperti dalam kisah dongeng. Hari pernikahan sudah ditentukan. Gaun pengantin sudah dibuatkan. Tapi kehidupan sering ditulis tidak sebagai dongeng ninabobo. “Satu hari yang lalu aku yang putuskan untuk membatalkan pernikahan ini karena ada satu hal. Aku baru mengerti, hidup ini selamanya enggak indah. Mudah-mudahan semua berjalan baik,” ujarnya, Kamis (8/3/2012).
Ada ungkapan menarik dalam bahasa Osing: mendem gadung, bakalan wurung (mabuk tanaman gadung, pertunangan batal). Meski kini tanaman gadung (Dioscorea hispida Dennst) sudah diolah dengan menghilangkan efek racun yang memabukkan, siapa pun yang pernah mabuk gadung akan tahu rasanya yang nggak keren banget.
Mungkin, hari-hari ini Jupe yang selama ini kita kenal sebagai perempuan tegar (seperti dia tulis di akun Twitternya), enerjetik, juga eksentrik dan kontroversial itu tengah ”mendem gadung”. Dia syok, galau, impulsif sampai ingin membakar baju pengantinnya, dan berikhtiar memeriksakan kondisi kejiwaaannya ke rumah sakit.
’’Doain aku aja, mudah-mudahan aku nggak jadi gila.’’

***

KEGAGALAN pernikahan Jupe dengan Gaston tentu saja bukan hal luar biasa. Di sekitar kita, ada begitu banyak orang yang gagal menikah. Ada yang bermuara pada tragedi, misalnya bunuh diri, tapi lebih banyak yang melanjutkan hidup. Mereka mungkin syok dan merasa hanya diri merekalah di dunia yang paling menderita. Pelan tapi pasti, ketika luka patah hatinya sembuh, mereka kembali merajut kisah cinta dengan orang yang lain lagi.
Orang bilang, kegagalan adalah guru terbaik. Ujaran itu betul-betul motivatif dan dimaksudkan agar kita tak mengulang sesuatu yang sudah gagal. Orang juga bilang, hanya keledai yang jatuh dua kali ke lubang sama. Keledai atau bagal sering dianggap binatang bodoh dan bernasib hanya menjadi pembawa beban. Dan saya yakin, kita tidak mau disamakan dengan binatang itu, tapi kita juga sering tidak menyadari bahwa diri kita telah melakukan kegagalan sama, bahkan lebih dari dua kali. Sebab, kita ini memang tidak hidup dalam dunia dongeng.
Begitu juga Julia Perez, perasaan terpukul dan kegalauannya bakal lenyap manakala dia sadar, dirinya tak bisa terus-menerus berada dalam impian. Kita (mungkin) masih bisa melihat dirinya dengan lantang menjawab kritik DPR seputar rok mini. Bahkan, sangat mungkin dia bakal ketemu bule lain yang berdendang ’’Belah Duren’’ dan kita hanya diciprati kemesraan mereka, hahaha….
Kalau tidak luar biasa, kenapa saya menulis hal ini sampai beralinea-alinea? Hmm, mungkin saya termasuk orang lebay yang ikut membesar-besarkan sesuatu yang lumrah seolah-olah wah. Masih mending jadi lebai di kampung, sering diminta memimpin kenduri, dan pulangnya disalamtempeli amplop yang saya yakin pasti tidak disemprit KPK. Tapi kalau boleh beralasan, tulisan ini setidaknya membuat saya dan (semoga) Anda wahai Pembaca sadar, kita tidak hidup dalam dunia dongengan.(*)

(masih) Epilude, Suara Merdeka, 11 Maret 2012


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: