Home » Kolom Epilude » LA TAKDZIB ANGIE

LA TAKDZIB ANGIE

Angie, Angie, when will those clouds all disappear? Angie, Angie, where will it lead us from here?
Mick Jagger dan The Rolling Stone tidak pernah bernyanyi untuk Angelina Patricia Pingkan Sondakh yang kebetulan disapa Angie. Perempuan bernama Angie dalam lagu bertajuk ”Angie” itu mungkin Angela, istri David Bowie. Mungkin pula Marianne Faithfull, pacar Mick saat itu. Atau, mungkin pula Angela, putri Keith Richards, gitaris dan vokalis latar The Rolling Stone seperti diakui Mick Jagger.
Liriknya yang berupa keluhan seorang lelaki patah hati itu pun pasti tak terlalu pas untuk dirujukkan pada istri mendiang Adjie Massaid. Begitu pula, ”kapan semua kabut hitam itu lenyap?” dan ”ke mana kita akan dibawanya dari sini?” dalam kutipan di atas pun tak ada sangkut-pautnya dengan kisah korupsi yang melibatkan Angelina Sondakh.
Tapi, semua bantahan dalam kesaksian si Putri Indonesia 2001 dalam persidangan Rabu (15/2/2012) alih-alih melenyapkan ”kabut hitam” Kasus Suap Wisma Atlet, justru membuatnya semakin pekat, dan semakin membuat kita bertanya-tanya arah kasus itu bakal bermuara.
Benar, Angie sudah menerima konsekuensi atas bantahannya itu. Selama dan setelah persidangan itu, banyak yang geram dan ramai-ramai menuduh Angie telah berbohong, misalnya bahwa dia tak punya BlackBerry sebelum akhir tahun 2010.
Apakah politikus Partai Demokrat itu berbohong? Kalau berbohong, kenapa dia bisa setenang itu ketika menjawab dan begitu fasih mengucapkan “Yang Mulia” dalam persidangan? Bolehlah, kita berasumsi bahwa Angie memang politikus andal, dan ciri umum seorang politikus adalah kepiawaiannya bermain peran. Dan Angie memang sudah terlatih untuk bisa seperti itu. Coba Anda baca saja catatannya dalam angelinasondakh.com yang menceritakan keuntungannya ikut Putri Indonesia. Pada poin kedua, dia menulis, ”Saya berusaha untuk melatih mengendalikan emosi agar menjadi lebih stabil.” Dalam persidangan itu, kita melihat emosinya begitu stabil meskipun barangkali karena kegerahan, dia beberapa kali mengusapkan tisu ke keningnya.

***

KALI pertama nama Angelina Sondakh dikait-kaitkan dengan kasus korupsi, saya sempat bertanya-tanya: seandainya Angie memilih panggung dunia hiburan yang terbuka buatnya sebagai Putri Indonesia 2001, dan bukan panggung politik, apakah dia bakal tersandung kasus korupsi? Ya, sebelum lebih dikenal sebagai orang politik, kita mengenal Angie sebagai artis, tentu lewat kontes-kontes kecantikan. Bukankah banyak artis kita yang lahir dari ajang seperti itu?
Mungkin ya, tapi lebih mungkin, tidak. Korupsi memang bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Tapi kita tak pernah mendengar seorang artis berkorupsi di tempatnya berkiprah dalam dunia keartisan. Kalau pun ada, kisahnya lebih banyak berupa penilapan uang oleh manajer artis atau penipuan kontrak. Yang dirugikan hanyalah sedikit pihak terkait, dan bukan rakyat banyak seperti korupsi yang memakan uang negara.
Yang jelas, kita tidak bisa mengandaikan sesuatu yang telah dipilih Angie. Dia sudah memilih menjadi politikus meskipun namanya sebagai ”artis” tetap diakui. Jadi, kita tunggu saja ke mana arah cerita yang menjadikan Angie salah seorang pemerannya itu bergulir. Betapa pun kita sudah sering tak puas dengan proses hukum kita sekarang ini, untuk kasus ini, patutlah kita tetap menggenggam optimisme.
Sebagai manusia, ketika berhadapan dengan banyak persoalan, Angie tentu saja tak bisa membuat emosinya selalu stabil. Dia juga berhak bersedih meskipun dia selalu menolak untuk bersedih seperti yang dia tulis dalam blognya: La tahzan Angie…
Ya, jangan bersedih, Angie… tapi juga la takdzib Angie… (jangan berdusta). Sebab kalau engkau berdusta, kita semua yang bersedih. (*)

(masih) Epilude, Suara Merdeka, 19 Februari 2012


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: