Home » Kolom Epilude » PENASARAN

PENASARAN

AIDA Saskia mandi. Seperti juga kita, aktivitas itu rutin dia lakukan. Lalu apa menariknya sampai ada yang memotret, merekam, dan menggugahnya ke internet, dan sebagian dari kita sibuk melongoknya?
Mungkin karena dia artis. Sebagian dari kita selalu ingin tahu aktivitas sang artis, bahkan bila ia cuma makan nasi goreng. Bejibun follower pada akun Twitter seorang artis bisa jadi bukti. Barangkali itulah kehendak si pengunggah foto dan video mandi Aida. Ia ingin memantik kepenasaran dan buktinya sebagian dari kita sibuk melongoknya di internet. Padahal, melihat foto atau video orang mandi masih pakai bikini, apa asyiknya?
Ya, mandi yang aktivitas biasa itu bisa menjadi luar biasa kalau dikemas untuk ”menjual” sesuatu.
Ini tak pelak jadi ikhwal marketing. Perihal mandi ini misalnya, orang sampai rela keluar duit besar untuk jacuzzi atau spa lumpur. Alasannya, selain snob atau gengsi-gengsian, mungkin karena orang penasaran seperti apa rasanya. Setelah mencobanya, ia bisa saja bilang, ”Hoalah, padahal ya kayak mandi air hangat dan berkubang lumpur sawah, kok mahal begini.”
Benar, rasa penasaran selalu membuat kita gelisah. Kegelisahan itu baru pupus setelah terpenuhi kepenasaran kita. Itu lumrah karena kita dikaruniai keingintahuan akan sesuatu dan hati kita tak terbuat dari batu. Kalau kita suka ngemplang utang uang, pasti tak mau ngemplang utang kepenasaran. Orang bahkan rela mati untuk melunaskannya. Setidaknya, itu kata Bang Haji Rhoma Irama dalam sebuah lagunya, hehe….
***
BOLEH saja, ada yang menganggap ”permandian” Aida itu promosi akal-akalan K2K Production, produser film Pelukan Janda Hantu Gerondong yang di dalamnya ada adegan tersebut. Boleh saja, ada yang mengira reaksi keras Aida juga cuma trik serupa.
Tapi bisa jadi reaksi Aida itu lahir karena dia merasa ”permandian”-nya itu suatu aib. Ini pun sangat mungkin jadi bagian dari marketing dengan memainkan kepenasaran orang. Dan, kita sering penasaran dengan aib orang, bukan?
Nah, kalau betul bahwa kasus pemerkosaan vokalis Kuburan Donny Akbar Raymuzada terhadap NYL hanya settingan untuk mendongkrak popularitas calon album band tersebut, ini juga soal marketing keaiban yang memainkan kepenasaran orang. Apalagi tak seperti mandi yang dilakukan Aida, tak semua orang bisa melakukan perkosaan. Kalau pun bisa, belum tentu mau juga, dengan pelbagai alasan. Dan tentu saja ini ada hubungannya dengan kepenasaran akan aib yang dilakukan dan diderita seseorang. Apalagi bila si pelaku itu pesohor.
***
JADI, keaiban pun bisa dijual. Bahkan, kalau keaiban itu cuma skenario saja. Sebab, si penjual tahu, pangsa pasarnya selalu penasaran pada keaiban. Ini bukan hal baru dalam dunia hiburan. Kita sudah kenyang mendengar artis yang bikin sensasi dengan mewedarkan keaibannya sendiri. Siapa mereka, Anda sebut sendiri sajalah….
Dalam industri media, ada aksioma bad news is good news (berita buruk adalah berita baik). Maksudnya, semakin buruk sesuatu yang diberitakan, orang semakin penasaran, lalu membeli produk beritanya. Sebagai orang yang bekerja dalam industri media massa, saya tak mengingkari telah ikut menikmati keuntungan dari berita-berita buruk, meski di dalam hati, saya lebih menyukai good news is really good news.
Bikin penasaran dengan mengungkapkan suatu keburukan tentu saja berbeda dengan melakukan keburukan itu sendiri. Jadi, ini bukan soal moralitas melainkan cara berjualan yang pasti ada hukum dan kode etiknya. Kalau hukum atau kode etik itu dilanggar pasti, ada sanksinya.
Yang menarik adalah mereka yang menjual dengan membeberkan keburukan sendiri. Beberapa tahun lalu, ada sebuah iklan film laga penuh kekerasan yang tagline-nya berbunyi , ”Kalau tidak suka kekerasan atau cipratan darah, jangan tonton film ini.”
Ini iklan yang seolah-olah melarang untuk menonton film tentang kekerasan karena kekerasan itu suatu keburukan. Tapi pasti penulis skripnya sangat yakin bahwa pelarangan selalu membuat penasaran. Saya jadi berpikir, sedewasa apa pun seseorang, ia menyimpan naluri kanak-kanaknya. Galibnya, anak-anak suka penasaran dan melawan terhadap pelarangan.
Hmm, saya membayangkan kalau iklan serupa juga dibuat orang yang mau jadi bupati atau walikota atau gubernur atau presiden atau anggota legislatif. Misalnya, ”Prof Dr Fulan SH MH, tukang selingkuh, jago korupsi, tak peduli pada rakyat, dan suka membela kepentingan golongan sendiri.”
Apakah calon pemilih bakal penasaran? Ya, saya yakin itu, setidaknya penasaran mengapa kampanye Tuan Fulan seperti itu. Ada yang berani melakukannya? Mungkin ada. Siapa? Wah, penasaran, ya? Hahaha….(*)

Epilude, Suara Merdeka, 16 Januari 2011


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: