Home » Kolom Epilude » REDHANIMINASI

REDHANIMINASI

Tolong tidak mengerutkan kening dulu atau membayangkan kesalahketikan saat Anda membaca judul di atas. Kalau pernah menonton film 3 Idiots, Anda pasti ingat adegan ketika tokoh Ranchodas Shamaldas Chanchad (diperankan Aamir Khan) meledek sistem pengajaran di kampusnya. Saat disetrap ”jadi dosen”, pada para mahasiswa dia meminta definisi dua istilah yang dia gurat di papan tulis: Farhanitrate dan Prerajulisation. Tak ada yang bisa menjawab, dan saat diminta menjelaskan, dia hanya bilang, ”Dua istilah ini tak punya arti karena ini hanya nama dua teman saya, Farhan dan Raju.”

Karena saya sangat menyukai film cergas itu, boleh dong mencontoh gaya Rancho lewat judul mirip-mirip redenominasi yang lagi heboh diperdebatkan itu. Judul itu jelas tak berarti apa pun selain ada selipan nama belakang Ahmad Dhani yang kebetulan juga lumayan heboh lewat konser ”The Rock Show for Free Ariel” di The Rock Cafe, Jakarta, Rabu (4/8 dinihari).

Yap, Anda mungkin kenal Ahmad Dhani seperti mengenal tetangga yang kaya, populer, dan banyak kiprah. Sebagian menyukainya, dan sebagian lagi mencibirkan bibir melihat polah tingkahnya yang kemaki. Dia disuka, dia dibenci. Maklum, lelaki yang konon punya darah Yahudi itu selalu punya cara untuk jual tampang dan nama, dan selalu disukai infotainment. Selain kualitasnya sebagai pemusik dan penghibur, dia juga ciamik sebagai pembuat sensasi. Dalam dunia showbiz, sensasi sering jadi mantra Ali Baba kepopuleran. Kalau di dinding Facebook, infotainment pasti memberi tanda ”likes this” untuk orang seperti Dhani.

Apakah konser itu hanya sensasi Dhani semata? Mungkin ya, mungkin bukan. Ya, setidaknya menurut Farhat Abbas. ”Dhani itu saya rasa enggak punya otak. Menurut saya, terlalu mengada-ada dan mencari sensasi dengan membuat konser untuk Ariel karena belum tentu Ariel senang dibuatkan konser,” cibir suami Nia Daniati itu.

Bukan, melainkan bermotif bisnis seperti kata Elza Syarief. ”Dhani kan mau mengambil keuntungan dari konser tersebut karena dia punya bisnis dengan Ariel. Kalau Ariel terus ditahan dan dipenjara kapan rekamannya.”

Dan bukan Dhani si Raja Kilah kalau tak bisa berdalih. ”Saya memang banyak teman polisi. Sampai jenderal bintang tiga, saya ada. Dan dia bilang sebenarnya Ariel tidak bisa ditahan karena tidak ada pidananya. Cuma saya enggak mau menyebutkan namanya.”

Jelas saya sih percaya Dhani punya banyak teman yang hebat-hebat. Hak dia juga untuk tak menyebut nama. Cuma, kok hanya bintang tiga? Kalau bintang empat kan setidaknya orang bisa mengira-ngira siapa temannya itu.

***

PASTI Anda sepakat bahwa tak ada salahnya bikin konser andaikan itu cuma untuk cari sensasi. Dan kita mungkin sudah cukup kenyang oleh sensasi yang disodorkan Dhani. Saya sendiri bukan pembenci dia, juga bukan penyuka dirinya. Tapi saya mengakui banyak segi menarik padanya, khususnya ketika dia berada di ”negara” Republik Cinta Management.

Di sana, saya membayangkan dirinya mirip seorang Godfather, il mafioso yang tak tersentuh, seorang Don Dhani. Dia pun agak mirip dengan bos triad. Mungkin saja cuma kebetulan dia membentuk band TRIAD (The Rock Indonesia Ahmad Dhani). Ada dua arti untuk triad: kelompok kriminal khas China dan kelompok yang bergerak dalam industri hiburan. Dan ”triad” ala Dhani pasti pada makna kedua. Selain hanya jenggot kuncirnya yang mirip tokoh pendekar Mandarin zaman dulu, dia tak pernah disebut punya darah Tiongkok.

Kadang pula saya membayangkan dirinya mirip James Bond yang selalu diiringi gadis-gadis cantik dan seksi. Ya, tentu saja dia tak setampan Pierce Brosnan, Roger Moore, atau Daniel Craig, dan pasti tak sekarismatik Sean Connery. Tapi bisakah Anda menyangkal keseksian Mulan atau Dewi Perssik?

Yang jelas, ketaktersentuhan dirinya di RCM sudah banyak kita tahu. Maklum, dia bos. Bagi ”anak buah”-nya, bos tak bisa disentuh dan selalu benar. Sebab, Pasal 1 berbunyi ”Bos selalu benar” dan Pasal 2 berbunyi ”Kalau bos salah, lihat Pasal 1”, hahaha….

Mungkin malah bukan cuma di RCM dia itu untouchable. Anda ingat soal hak asuh Al, El, dan Dul yang jatuh ke tangan bekas istrinya, Maia Estianty? Buktinya, mau menjenguk ketiga putranya saja, Maia tak pernah diberi pintu.

Benar, hanya orang-orang dengan kualitas karakter tertentu saja yang bisa untouchable. Dhani punya dan pintar memanfaatkannya. Tapi kalau dia tak tersentuh, saya tak yakin dia tak suka menyentuh. Hehehe….(62)

(epilude, Suara Merdeka, 8 Agustus 2010)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pemungut Kata dari Udara

Tuit-Tuit

  • #Cerita196:CINTA-32. Manon pulang, Eva lelap. Angin santer lewat jendela. Manon merapatkan selimut dan cium keningnya, dan menutup jendela.i 1 year ago
  • #Cerita195:GENDUT. "Rekening Arya tambah gendut. Kau juga, perutmu! Meski begitu, buatku kau tetap six-pack," ujar Eva. Manon hanya ngakak. 1 year ago
  • #Cerita194:PIKIRAN. Di dalam pikiran Manon, Eva itu Putri jelita. Bahkan wajah kusut Eva seusai bangun tidur tampak begitu menawan. 1 year ago
  • #Cerita193:GERIMIS. Manon senang senang duduk di balkon saat gerimis belum menjadi hujan. Eva tak pernah alpa menyeduhkan teh untuknya. 1 year ago
  • #Cerita192:PANIK. Ada berita pesawat jatuh. Eva panik dan menelepon Manon. "Kamu tidak di pesawat, kan?" "Aku di kamar, sayang." 1 year ago

Pilih-Pilih

%d bloggers like this: