PELUKAN UNTUK DANTE

USAI pertandingan, Bastian Schweinsteiger dan Thomas Muller mendekati Dante. Lelaki berambut kribo-jabrik yang disebut terakhir itu berdiri dan terus menundukkan kepala. Romannya yang berkulit gelap tampak lelah dan muram. Dia seolah-olah tidak percaya, timnya, Juara Dunia lima kali, negeri yang rakyatnya sering disebut sebagai orang-orang yang mencintai sepak bola selayaknya agama itu baru saja dikalahkan, ah tidak, lebih tepatnya dipermalukan. Continue reading

PRESIDEN ATAU PESINDEN?

JANGAN  tanya pada Jon Lebay soal siapa yang layak jadi presiden. Dia mungkin hanya akan bikin Anda galau. Saran saya, bertanyalah padanya soal pesinden favorit. Yakinlah, dia bakal mentraktir Anda ngopi dan berbuih-buih bicara soal suara nges para pesinden. Continue reading

PAMER

DI FACEBOOK, seseorang menceritakan sesuatu yang telah dia lakukan. Tak ada yang aneh sebab di jejaring sosial tersebut, kita bisa mengunggah apa pun: cerita, informasi keberadaan diri, umpatan atau ekspresi singkat tentang perasaan tertentu, dan lain-lain. Dan tak perlu dipersoalkan arahan Facebook setiap kali pengguna hendak menulis atau mengunggah status yang berbunyi: Apa yang Anda pikirkan? Untuk Twitter, arahan statusnya berbunyi ”Apa yang terjadi?”. Tapi tak hanya apa yang dipikirkan atau yang terjadi, pengguna bisa mengunggah apa saja, termasuk keluh kesah yang pendek seperti ”Oh aku galau….” Continue reading